Kepala Dikbud Kota Mojokerto Amin Wachid memastikan, tiga paket bantuan akan disalurkan sebelum tahun ajaran baru 2023/2023. Hanya saja, distribusi bantuan akan dilakukan setelah tuntasnya tahap pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) online. ”Nanti ada yang diserahkan langsung Bu Wali Kota (Ika Puspitasari), ada juga yang kami bagikan lewat sekolah,” terangnya.
Saat ini, pendaftaran PPDB jenjang SD dan SMP negeri baru merampungkan jalur non-zonasi yang dibuka 5-8 Juni lalu. Masing-masing dari jalur afirmasi, prestasi, perpindahan tugas orang tua, inklusi, hingga jalur khusus golden ticket dan kelas olahraga.
Selanjutnya, PPDB akan kembali membuka pendaftaran di jalur zonasi mulai 26-30 Juni. Untuk jenjang SD negeri membuka pagu sebanyak 80 persen atau 1.083 kursi. Sedangkan jenjang SMP negeri membuka kuota 65 persen dengan daya tampung 2.411 kursi.
Seluruh siswa yang dinyatakan diterima PPDB berhak mendapatkan tiga paket bantuan perlengkapan sekolah. Amin menyatakan, pembagian akan dilakukan saat pendaftaran ulang 4-5 Juli. ”Masing-masing calon siswa juga sudah menyetorkan size sepatu saat pendaftaran, sehingga tinggal kami bagikan sesuai ukuran masing-masing,” ulasnya.
Sesuai dengan kalender pendidikan, tahun ajaran baru akan digulirkan tanggal 17 Juli mendatang. Karena itu, Amin mengimbau para orang tua untuk tidak membeli perlengkapan sekolah bagi anak didik. ”Insyaallah sudah siap untuk disalurkan.Tujuannya memang untuk meringankan beban orang tua agar tidak membeli seragam, tas, maupun sepatu,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Dikbud Kota Mojokerto menganggarkan Rp 2,28 miliar untuk bantuan paket. Dari total estimasi siswa baru sebanyak 8.905 anak. Masing-masing akan menerima setelan seragam nasional, pramuka, serta seragam khas Kota Mojokerto.
Selain itu, ribuan peserta didik juga akan dijatah tas sekolah gratis yang dianggarkan sebesar Rp 717,8 juta. Termasuk sepasang sepatu yang dialokasikan sebesar Rp 856,7 juta. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah