JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Degradasi ke Liga 2 tak lantas memadamkan nyala semangat PSS Sleman, Barito Putera, dan PSIS Semarang. Tiga raksasa eks Liga 1 itu justru menjadikan musim 2025/2026 sebagai ajang kebangkitan untuk merebut kembali tempat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Sejak peluit akhir musim lalu, manajemen ketiga klub langsung tancap gas: merombak komposisi tim, mendatangkan pelatih dengan rekam jejak promosi, hingga mengaktifkan kembali dukungan suporter lewat berbagai kampanye kreatif.
Dari pemusatan latihan intensif sampai perburuan pemain berpengalaman, setiap langkah dipetakan dengan satu misi utama, kembali ke Liga 1 secepat dan sekuat mungkin.
Baca Juga: Perbaikan Stadion Gajah Mada Dianggarkan Rp 4,4 Miliar
Ketiga klub tersebut pun tak sekadar menyiapkan rencana di atas kertas. PSS Sleman mulai merapatkan barisan dengan mendatangkan bek-bek lokal berpengalaman guna memperkokoh lini pertahanan.
Barito Putera memilih jalur regenerasi, menonjolkan pemain muda jebolan akademi sendiri untuk membangun chemistry yang solid sejak awal musim.
Sementara itu, PSIS Semarang tampil agresif di bursa transfer, mengincar sejumlah pemain asing yang pernah mencicipi atmosfer Liga 1 demi menambah daya dobrak lini depan.
Rangkaian langkah ini mengirim pesan jelas, Liga 2 musim ini bukan hanya ajang bertahan hidup, melainkan medan taktik dan ketajaman strategi dalam perebutan tiket promosi yang sengit.
Di luar strategi lapangan, kekuatan tribun menjadi bahan bakar yang tak kalah vital. Slemania, Barito Mania, dan Panser Biru, tiga basis pendukung terbesar di kancah sepak bola nasional, terus menunjukkan kesetiaan lewat kampanye kreatif dan penggalangan dana untuk menjaga kondisi finansial klub tetap sehat.
Mereka menyiapkan koreografi megah, arak-arakan, hingga agenda tandang bersama agar atmosfer kandang selalu bergemuruh.
Sorak-sorai ribuan fan setia diyakini sanggup mengguncang mental lawan sekaligus menyuntikkan adrenalin tambahan bagi para pemain.
Bagi PSS, Barito, dan PSIS, dukungan publik seperti inilah yang bisa menjadi pembeda di momen-momen penentuan sepanjang musim.
Namun ambisi untuk kembali ke kasta tertinggi tentu bukan perjalanan mulus. Liga 2 musim ini dihuni banyak kuda hitam seperti Persipura, Persiba, dan Semen Padang yang sama lapar akan tiket promosi.
Jadwal yang rapat, ancaman cedera pemain kunci, hingga tekanan mental panjang musim bakal menguji ketahanan fisik dan manajemen setiap tim.
Meski demikian, keyakinan untuk bangkit tetap membara, bagi PSS Sleman, Barito Putera, dan PSIS Semarang, musim 2025/2026 adalah panggung pembuktian bahwa reputasi besar mereka belum pudar dan taji juara masih terasah.
BINTANG PURNAMA/Wulan
Editor : Imron Arlado