KOTA - Penantian atlet dan pelatih cabor peraih medali Porprov IX Jatim 2025 asal Kota Mojokerto sebentar lagi terbayar lunas. Pasalnya, bonus sebesar Rp 2,3 miliar yang dijanjikan pemkot direncanakan cair pekan depan.
Sekretaris KONI Kota Mojokerto Bambang Arief Pudji mengatakan, pencairan uang apresiasi itu kini dalam proses administrasi. Terakhir, pihaknya telah menyerahkan surat keputusan (SK) berisi daftar nama atlet dan pelatih peraih medali ke Disporapar Kota Mojokerto. ’’Jadi tinggal menunggu pencairan,’’ ujarnya, kemarin (31/8).
Mengenai besaran bonus, Bambang memastikan jumlahnya sama dengan Porprov VIII Jatim 2023. Yakni, Rp 28 juta untuk atlet peraih medali emas, Rp 14 juta untuk medali perak, dan Rp 7 juta untuk medali perunggu. Adapun besaran bonus bagi pelatih separo dari yang diterima atlet. ’’Jadi masih tetap di angka itu,’’ jelasnya.
Sesuai informasi yang ia terima, dana untuk bonus dengan total sekitar Rp 2,3 miliar kini telah tersedia dan tinggal penyerahan. Duit itu akan langsung ditansfer ke rekening atlet dan pelatih. Proses penyerahan tersebut, lanjutnya, rencananya dilakukan saat peringatan Hari Olahraga Nasional pada Selasa (9/8) pekan depan. ’’Info dari disporapar katanya mau dibarengkan dengan hari olahraga 9 September itu,’’ tandasnya.
Sebelumnya, para atlet dan pelatih peraih medali porprov di Kota Mojokerto harap-harap cemas. Pasalnya, hingga gelaran buyar tak ada kejelasan besaran bonus dan kapan akan dicairkan. Padahal, dalam Porprov IX yang berlangsung 28 Juni sampai 5 Juli di Malang Raya, mereka sukses besar.
Dari 38 kabupaten/kota peserta, kontingen Kota Mojokerto finis di peringkat 9 dengan mengoleksi 30 medali emas, 28 perak, dan 37 perunggu. Perolehan itu melebihi target 10 besar dan melejit jauh dibanding porprov edisi dua tahun sebelumnya.
Sebagai bentuk apresiasi, pemberian bonus dianggap penting untuk memotivasi atlet dan pelatih yang telah berprestasi di masing-masing cabang olahraga (cabor). Apalagi, pengurus cabor juga sudah mengeluarkan biaya yang jauh melebihi dana hibah pemberian pemkot. Mereka rela tombok demi bisa maksimal saat tampil membawa nama daerah. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi