JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Hendra Setiawan akan kembali berlaga di turnamen resmi, yakni kejuaraan Dunia Senior BWF yang dijadwalkan berlangsung di Thailand September mendatang.
Pada Januari lalu, Hendra Setiawan bersama Mohammad Ahsan memutuskan pensiun dari dunia bulu tangkis. Namun, ia memilih kembali berlaga.
Kali ini, Hendra akan tampil di Kejuaraan Dunia Senior, turnamen resmi BWF yang diperuntukkan bagi atlet berusia di atas 35, 40 dan 45 tahun. Ia akan turun di dua kategori sekaligus, yakni ganda putra dan ganda campuran.
Menariknya, dalam kategori ganda putra ia bermain dengan sang idola yakni Tony Gunawan. Karena itu kejuaraan senior ini jadi momen yang tak akan terlupakan bagi Hendra. Sedangkan di kategori ganda campuran, ia bakal berpasangan dengan Debby Susanto.
Kembalinya Hendra Setiawan ini sambut hangat oleh penggemar bulu tangkis tanah air. Banyak yang menilai bahwa kehadiran Hendra akan menambah suasana turnamen sekaligus menjadi momen nostalgia bagi para pecinta bulu tangkis. Ingin tahu mengenai Hendra Setiawan? Simak profil di bawah ini.
Profil Hendra Setiawan
Hendra Setiawan lahir di Pemalang, Jawa Tengah, pada 25 Agustus 1980 dari pasangan Ferry Yugianto dan Kartika Christyaningrum.
Pria yang akrab disapa Koh Hendra ini adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Ia memiliki dua kakak perempuan bernama Silvia Anggraeni dan Ivone Anggraeni.
Pada 9 Oktober 2011, Hendra resmi menikah dengan Sandriani Arief di Hotel JW Marriot, jakarta dan telah dikaruniai tiga anak.
Dua diantaranya adalah anak kembar, Richard Heinrich Setiawan dan Richelle Hillary Setiawan, yang lahir pada 19 Februari 2014 dan pada 26 Juli 2017, mereka dikaruniai anak ketiga yakni seorang putra yang diberi nama Russell Howard Setiawan.
Pada awalnya Hendra bermain bulu tangkis hanya karena mengikuti kegemaran ayahnya. Barulah pada usia tujuh tahun, dia baru mulai menekuni olahraga bulu tangkis di klub – klub lokal.
Bakat luar biasa Hendra terlihat dan ia mendapatkan panggilan untuk bergabung dengan Pelatnas (Pusat Pelatihan Nasional) Indonesia. Karir internasionalnya dimulai pada awal tahun 2000an, keahliannya di permainan kategori ganda dengan cepat mengantarkannya ke puncak prestasi.
Nama Hendra Setiawan mulai melambung ketika ia berpasangan dengan Markis Kido, salah satu pemain ganda putra terbaik yang dimiliki Indonesia.
Kerja sama keduanya membuahkan banyak kejuaran bergengsi di level internasional. Puncak kejayaan mereka terjadi di Olimpiade Beijing 2008, saat Hendra dan Kido berhasil meraih medali emas, menjadikan mereka ganda putra Indonesia pertama yang meraih emas di ajang tersebut.
Selain medali olimpiade, Hendra dan Kido juga meraih berbagai gelar juara dunia, seperti Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2007 dan beberapa turnamen Super Series yang semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu pasangan ganda putra yang dominan di dunia.
Usai meraih kesuksesan bersama Markis Kido, Hendra melanjutkan kiprahnya dengan berpasangan bersama Mohammad Ahsan, pemain ganda putra yang terkenal akan teknik tinggi dan kelincahannya.
Kolaborasi keduanya menghasilkan sejumlah kejuaraan yang bergengsi juga, termasuk gelar Juara Dunia 2015 serta berbagai kemenangan di ajang Super Series. Kemenangang di Kejuaraan Dunia 2015 menjadikan perjalanan karir Hendra Setiawan semakin gemilang.
Kembalinya Hendra Setiawan di Kejuaraan Dunia Senior BWF 2025 bukan sekedar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi pembuktian bahwa semangat juang seorang legenda tidak pernah pudar. Tio
Editor : Imron Arlado