JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Dari angin dingin Rotterdam hingga terik mentari Pulau Dewata, tiga gladiator oranye kini berdiri di jantung kekuatan Bali United.
Thijmen Goppel dengan kecepatan kilatnya di sayap, Mike Hauptmeijer dengan tubuh menjulang bak tembok baja di bawah mistar, dan Tim Receveur sang pengatur irama yang mampu menenangkan badai di lini tengah. Mereka datang bukan sekadar untuk bermain, tapi untuk menorehkan sejarah.
Musim baru Super League 2025/2026 akan menjadi panggung di mana Trio Belanda ini membuktikan bahwa darah oranye mampu mengalir deras di jantung Serdadu Tridatu, mengguncang stadion, dan menggetarkan lawan.
Goppel, lulusan kerasnya Eredivisie, membawa insting menyerang yang tajam dan keberanian menusuk pertahanan lawan. Hauptmeijer, kiper setinggi 190 sentimeter yang ditempa di klub Belanda PEC Zwolle, hadir sebagai tembok terakhir yang sulit ditembus, memadukan refleks cepat dengan ketenangan mematikan.
Baca Juga: Indonesia vs Malaysia Imbang di AFF U-23, Cahya Supriadi Jadi Bintang!
Sementara Receveur, maestro lini tengah berpengalaman dari Almere City, menawarkan visi permainan dan distribusi bola yang mampu mengubah arah pertandingan dalam sekejap.
Bersama, mereka membentuk harmoni tiga dimensi—kecepatan, kekuatan, dan kecerdasan—yang diharapkan mengangkat Bali United menuju puncak kejayaan.
- Thijmen Goppel
Pemain sayap serba bisa yang mampu beroperasi mulai dari posisi bek kanan hingga sayap kanan ini resmi memperkuat Bali United pada 28 Juni 2025. Kedatangan Thijmen Goppel menambah dimensi baru dalam skema permainan Serdadu Tridatu berkat kemampuannya beradaptasi di berbagai peran.
Sebelum mendarat di Pulau Dewata, Goppel membuktikan kualitasnya di kancah Eropa dengan membela Wehen Wiesbaden di Bundesliga 2 Jerman, di mana ia dikenal sebagai pemain cepat dengan kemampuan akselerasi dan crossing yang akurat.
Jejak karirnya juga terukir di Eredivisie, liga tertinggi Belanda, bersama ADO Den Haag dan Roda JC. Pengalaman bertahun-tahun di level kompetisi yang intens ini diharapkan membuat Goppel menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lawan dan salah satu motor serangan utama Bali United di musim Super League 2025/2026.
Baca Juga: Menang Telak Atas Al Ain Dengan Skor 6-0, Benarkah Manchester City Positif Maju Ke Babak 16 Besar?
- Mike Hauptmeijer
Penjaga gawang jangkung dengan tinggi 190 sentimeter ini merupakan lulusan akademi sekaligus bagian dari skuad senior PEC Zwolle, klub yang berlaga di Eredivisie Belanda.
Mike Hauptmeijer resmi bergabung dengan Bali United pada penghujung Juni 2025, membawa serta pengalaman bertanding di level Eropa yang membentuk ketenangan dan kepercayaan dirinya di bawah mistar.
Dengan refleks cepat, jangkauan luas, dan postur yang mengintimidasi penyerang lawan, Hauptmeijer digadang-gadang menjadi tembok kokoh sekaligus sosok penting dalam menjaga konsistensi lini pertahanan Serdadu Tridatu.
Ia menandatangani kontrak berdurasi dua musim, menunjukkan komitmen jangka menengah klub untuk menjadikannya pilar utama di sektor penjaga gawang.
Baca Juga: Kickoff Panas! Inilah Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026 di Pekan Pertama
- Tim Charles Pieter Receveur
Gelandang sarat pengalaman ini pernah membela Almere City serta sejumlah klub lainnya di kompetisi Liga Belanda, menjadikannya pemain dengan jam terbang tinggi di level sepak bola profesional Eropa.
Tim Receveur resmi diperkenalkan sebagai bagian dari skuad Bali United pada pertengahan Juli 2025, membawa keunggulan dalam visi permainan, distribusi bola yang presisi, serta kemampuan membaca situasi di lapangan.
Kehadirannya diharapkan mampu menjadi penghubung solid antara lini belakang dan lini depan, sekaligus memberikan keseimbangan taktik dalam formasi Serdadu Tridatu.
Dengan gaya bermain yang tenang namun efektif, Receveur diyakini akan menjadi otak serangan dan motor pengatur tempo bagi Bali United di musim Super League 2025/2026. BINTANG PURNAMA.
Editor : Imron Arlado