Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Anggaran Terbatas, Bonus Porprov bagi Atlet Kota Mojokerto Belum Jelas

Rizal Amrulloh • Rabu, 23 Juli 2025 | 15:35 WIB
MEMBANGGAKAN: Atlet Kota Mojokerto berhasil naik podium pada gelaran Porprov Jawa Timur IX tahun 2025 di Malang Raya.
MEMBANGGAKAN: Atlet Kota Mojokerto berhasil naik podium pada gelaran Porprov Jawa Timur IX tahun 2025 di Malang Raya.

KOTA - Setelah berhasil mengoleksi 94 medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) IX, bonus untuk atlet Kontingen Kota Mojokerto masih belum jelas. Keterbatasan anggaran disebut-sebut menjadi ganjalan sehingga kepastian pencairan masih harus menunggu perubahan APBD 2025.

Ketua KONI Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo mengungkapkan, kontingen Kota Mojokerto berhasil menembus peringkat ke-9 pada gelaran Porprov Jatim IX. Posisi tersebut berkat torehan 30 medali emas, 28 perak, dan 37 perunggu. Namun, sejak penutupan Porprov di Malang Raya pada 5 Juli lalu, para atlet peraih medali baru menerima apresiasi bonus dari KONI Kota Mojokerto. ’’Itu (bonus) apresiasi mentas saja untuk atlet yang tampil,’’ ungkapnya, Selasa (22/7).

Atlet peraih emas mendapatkan apresiasi sebesar Rp 1 juta. Sedangkan bagi yang mendapatkan medali perak dan perunggu masing-masing diberikan Rp 750 ribu dan Rp 500 ribu. ’’Kalau terkait bonus atlet (peraih medali) itu sudah menjadi urusannya Pemerintah Kota Mojokerto,’’ tandas dia.

Namun, terkait kepastian pencairannya masih abu-abu. Pasalnya, anggaran yang disiapkan Pemkot Mojokerto di APBD 2025 dikabarkan kurang. Karena bonus untuk atlet berprestasi di ajang porprov hanya dialokasikan sekitar Rp 1,1 miliar.

Padahal, Kontingen Kota Mojokerto berhasil tampil moncer dengan meraup 213 poin dari 94 medali. Capaian tersebut mengalami lompatan telak dibanding edisi Porprov VIII yang bertengger di urutan ke-16 klasemen dengan 56 medali. ’’Dengan capaian prestasi itu, harapan KONI bonus untuk seluruh atlet dari seluruh cabor yang berprestasi bisa direalisasikan oleh Pemerintah Kota Mojokerto tahun ini,’’ tegasnya.

Namun, mengacu besaran bonus yang dicairkan untuk atlet peraih medali pada gelaran porprov edisi sebelumnya, alokasi anggaran di APBD masih belum cukup. Sebab, papar Santoso, kebutuhan bonus diestimasikan meningkat dua kali lipat. ’’Kebutuhan total bonus atlet dengan pelatih kalau kita hitung jatuhnya Rp 2,3 miliar,’’ tandasnya.

Dengan keterbatasan anggaran tersebut, maka harapan bonus porprov tergantung pada perubahan APBD 2025. Pejabat yang juga anggota DPRD Kota Mojokerto ini menyebut akan berupaya agar apresiasi untuk atlet peraih medali ini bisa terakomodir di tahun ini. ’’Kemarin di PAK (perubahan APBD) sudah diperjuangkan, mudah-mudahan nanti bisa di-dok,’’ tandas politisi PDIP ini.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Mojokerto telah berupaya untuk mengonfirmasi Plt Kepala Disporapar Muraji perihal bonus porprov, kemarin (22/7). Namun, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler belum mendapatkan jawaban.

Untuk diketahui, pada ajang Porprov Jatim VIII, para atlet peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar Rp 28 juta. Sedangkan bagi peraih medali perak diganjar bonus Rp 14 juga serta perunggu diberikan Rp 7 juta. Bonus juga diberikan kepada pelatih dengan nominal yang bervariatif. (ram/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#anggaran terbatas #porprov #bonus atlet #kontingen kota mojokerto