KABUPATEN - Skuad PS Mojokerto Putra (PSMP) langsung diistirahatkan usai mimpinya promosi Liga 3 musim depan kandas. Sejak Kamis (15/5), 23 pemain telah dipulangkan ke Mojokerto setelah dinyatakan tidak lolos ke fase berikutnya dalam lanjutan Liga 4 Nasional.
Tidak sekadar diistirahatkan, nasib pemain dan pelatih ke depan juga bakal ditentukan manajemen dalam pekan ini. Apakah tetap dipertahankan untuk mengarungi Liga 4 musim 2025/2026 atau justru dilepas dan mencari pemain lainnya.
Pasalnya, kontrak kerja sama antara pemain dengan manajemen The Lasmojo rata-rata hanya semusim. Di mana, mereka digaji berdasarkan sejauh mana perjalanan tim. Kontrak tersebut tak jauh beda dengan tim-tim Liga 4 lain yang juga sesuai perjalanan tim yang dibelanya. ’’Rata-rata kontrak hanya semusim. Mungkin dua atau tiga hari ke depan akan diumumkan oleh manajemen,’’ ungkap Sekretaris PSMP, Deddy Wiyudhayana.
Deddy tak memungkiri, kinerja pemain dan pelatih musim ini cukup memukau jika dilihat dari pencapaiannya. Di mana, tim yang disiapkan sejak Oktober 2024 ini mampu menembus hingga ke babak 16 besar Liga 4 nasional. Perjuangan mereka juga dianggap sangat keras. Dimulai dari fase terbawah atau penyisihan grup hingga berangsur-angsur juara 3 tingkat regional.
Lalu berlanjut ke tingkat nasional yang juga memulai dari babak 64 besar, 32 besar, hingga 16 besar. Padahal, kekuatan tim dianggap sangat minim, yakni hanya berisikan 23 pemain. Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan tim-tim lain yang mencapai 27-30 pemain. ’’Kalau dilihat dari statistik pertandingan, memang kualitas anak-anak masih lebih baik dari pemain yang ada di tim-tim besar. Hanya kalah beruntung saja,’’ tandasnya.
Deddy melanjutkan, penentuan nasib pemain nantinya akan ditentukan sendiri oleh Presiden klub, Radja Siahaan. Evaluasi juga akan digelar bersama tim pelatih dan manajemen untuk modal mengarungi di kompetisi musim depan. ’’Bisa jadi yang punya kualitas akan dipertahankan untuk musim depan. Semua tergantung keputusan Pak Raja (presiden klub) yang akan menentukan,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi