Lawan PSMP di Babak 64 Besar Liga 4 Nasional
KABUPATEN – Lawan baru akan dihadapi skuad PS Mojokerto Putra berdasarkan hasil drawing ulang babak 64 Liga 4 zona Nasional yang digelar PSSI, kemarin (14/4). Tergabung dalam grup G, The Lasmojo akan dikepung para juara dari tiga zona atau provinsi.
Di antaranya Persidi IDI yang merupakan wakil dari zona Aceh, lalu PS Palembang dari zona Sumatera Selatan, serta Bintang Timur Atambua dari zona Nusa Tenggara Timur (NTT). Mulai 21 April nanti, mereka akan saling bertanding untuk bisa merebut dua tiket menuju babak 32 besar.
Bermain di Jawa Tengah, Laskar Majapahit dituntut mampu bermain ngotot di setiap pertandingan yang dijalani. Achmad Rizal Setiawan dkk juga diminta tampil dengan kepercayaan diri tinggi meski harus meladeni sengitnya perlawanan tim-tim juara dari setiap provinsi itu. ’’Inilah drawing yang sebenarnya. Proses drawing terlihat transparan,’’ ungkap Sekretaris PSMP Deddy Wiyudhayana.
Meski hanya berstatus sebagai tim peringkat tiga dari zona Jatim, namun anak asuh Ridwan Oesman ini tidak bisa diremehkan begitu saja.
Perfoma mereka juga diklaim mengalami perubahan dan peningkatan pesat sejak Maret lalu. Hal ini tak lepas dari perombakan besar-besaran komposisi tim.
Di mana, PSMP mencoret 7 pemain lama dan mendapatkan 5 suntikan tenaga baru yang lebih fresh dan berkualitas. ’’Meski kami juara tiga, tapi kami sudah teruji menjalani belasan pertandingan di zona Jawa Timur yang keras dan ketat. Kami akan fight dan optimistis bisa lolos ke fase berikutnya,’’ tegasnya.
Sebelumnya, anak asuh Ridwan Oesman ini sempat tergabung di grup P berdasarkan hasil drawing kontroversial. Bersama Bintang Timur Atambua yang merupakan perwakilan zona NTT, Persigubin Pegunungan Bintang yang juga juara zona Provinsi Papua Pegunungan. Serta, Putra Plaosan Martapura yang menjadi runner-up zona Provinsi Kalimantan Selatan.
Mereka akan berlaga di Pulau Dewata, di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar Bali. Namun, drawing tersebut dianggap kotroversial karena Dessy Arfianto menampilkan momen mencurigakan. Sehingga PSSI memutuskan pengundian dan pembagian grup diulang. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi