KABUPATEN - Kondisi kurang baik dialami skuad PS Mojokerto Putra (PSMP) jelang laga terakhir babak 8 besar grup MM Liga 4 zona Jawa Timur melawan tuan rumah Persinga sore nanti di Stadion Ketonggo, Ngawi. Pasalnya, lima penggawa Laskar Majapahit terpaksa absen lantaran terkendala akumulasi kartu kuning dan cedera.
Kelima pemain tersebut sebagian besar menghuni starting line up pada setiap pertandingan yang dijalani. Di antaranya Mochamad Aditya Rangga Saputra dan Zahran Fayyadh Zhufaradifa yang harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami cedera usai berbenturan dengan pemain Mitra Surabaya di laga kedua, Kamis (13/2).
Lalu, Dilivio Rycard Mamuka, Rochmad Eko Cahyo, dan Achmad Arifin yang terkena akumulasi kartu kuning setelah di laga melawan Mitra Surabaya berjuang sengit. Dengan absennya kelima pemain, skema permainan yang sudah disiapkan tim pelatih terancam tidak berjalan efektif. Bahkan terancam pincang dengan komposisi pemain yang tersisa.
’’Pemain kami banyak yang kena akumulasi kartu dan cedera. Beberapa pemain harus dirawat di rumah sakit karena berbenturan keras dengan pemain lawan,’’ ungkap Sekretaris PSMP Denny Wiyudhayana. Padahal, The Lasmojo dituntut mampu menjaga tren positifnya dengan menang berturut-turut di tiga laga babak 8 besar.
Target ini sekaligus untuk mengukuhkan PSMP sebagai raja di grup MM mengalahkan tuan rumah Persinga Ngawi. Dengan ketidakutuhan itu, Laskar Majapahit tidak hanya terancam kehilangan posisinya di puncak klasemen sementara grup MM. Tapi juga dicap sedang ’’main-main’’ dengan tim tuan rumah Persinga Ngawi.
Sebab, tim tuan rumah juga sama-sama mengantongi poin 6 namun kalah jumlah gol. Sedangkan kesempatan mereka untuk bisa meraih posisi puncak tinggal melawan PSMP. Ditanya soal kemungkinan itu, Deddy mengaku tidak pernah sekalipun menurunkan hasratnya dalam merebut tiga poin di laga nanti.
Namun dirinya juga tidak meremehkan tim lawan yang dinilai memiliki kualitas tinggi. Menurutnya, hasil akhir tetap akan ditentukan berdasarkan fakta di lapangan. Sehingga, meski dalam situasi sulit pun, Achmad Rizal Setiawan dkk tetap diminta all out di laga nanti. ’’Kami tidak pernah ada yang namanya main mata atau mengalah. Semuanya tergantung kondisi di lapangan,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi