TAK sekadar menaungi kemampuan berkarate, namun juga menciptakan prestasi lewat kekompakan dan rasa persaudaraan yang erat. Kehadiran Dojo Bushido Majapahit Karate Club (BMKC) mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat.
Mulai berdiri sejak 2013, dojo yang berada di bawah perguruan Porbikawa ini berhasil mencetak banyak prestasi setiap tahunnya. Maklum, dibalik kemenangan para karateka, ada tangan dingin dua pelatih yang profesional. ’’Kami berdua melatih anak-anak. Setiap tahun bisa ada puluhan sampai 150 anak didik yang kami latih,’’ ujar Dolfy D. Malla, pelatih Dojo BMKC sekaligus mantan atlet nasional ini.
Tak main-main, anggota Dojo BMKC tak hanya berasal dari Mojokerto. Beberapa ada yang dari Surabaya, Blitar, Kediri, Banyuwangi hingga Yogyakarta.
’’Kalau yang luar kota biasanya menghabiskan masa liburan sekolah dengan latihan di sekretariat,’’ ungkap Briefing Umbara alias Fifi, yang juga merupakan pelatih klub yang sudah mengantongi izin dari Dispora Jatim tersebut.
Markas Dojo BMKC yang berlokasi di Magersari Gang 8, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini tak pernah sepi. Sebab, setiap harinya ada latihan dari para karateka, usia dini hingga remaja. ’’Kita seminggu hanya libur Minggu saja. Karena anak-anak sendiri juga senang berlatih,’’ tutur Fifi.
Bukan hal baru lagi, beberapa karateka jebolan BMKC tembus di berbagai turnamen bergengsi hingga Pelatnas. Dolfy mengatakan, kunci latihan yang ditekankan justru bukan mengejar kemenangan atau hadiah.
Nama sekolah anak-anak yang berprestasi, yakni SDK Wijana Sejati, SDN Gedongan 1, SDN Ngingasrembyong, SMPN 1 Kota Mojokerto, SMAN 2 dan 3 kota Mojokerto.
’’Kami selalu bilang ke anak-anak, sebelum bertanding agar tidak berfokus meraih juara. Tetapi harus memberikan penampilan terbaik, dan jika sudah terbaik maka hasilnya pasti maksimal dan menang dengan mudah,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi