KABUPATEN – Selain membidik sekolah dan kampus sebagai sasaran sosialisasi, pegiat cabor floorball Kabupaten Mojokerto juga mulai merintis pendirian klub sebagai wadah pembinaan atlet.
Pendirian klub tersebut menjadi syarat utama untuk bisa membentuk Asosiasi Floorball Indonesia (AFI) sebagai kepengurusan resmi cabor bola lantai di Kabupaten Mojokerto. Dengan dibentuknya AFI Kabupaten Mojokerto, maka cabor floorball dapat berkiprah di sejumlah kejuaraan resmi. Mulai dari kejurprov, kejurda, hingga kejurnas.
Atlet floorball Kabupaten Mojokerto, Abid Agung Prasetyo mengatakan, pembentukan AFI menjadi syarat mutlak agar bisa turun di beberapa kejuaraan antardaerah hingga nasional. Dan, lanjut dia, untuk bisa membentuk AFI, dibutuhkan klub sebagai wadah pembinaan atlet.
Tidak sekadar membentuk kepengurusan biasa, klub tersebut juga harus berbadan hukum agar diakui legalitasnya. ’’Untuk klub, saat ini kami masih menyusunnya bersama atlet-atlet Jawa Timur lainnya. Karena untuk bisa membentuk klub, harus ada beberapa persyaratan administrasi. Mulai dari susunan pengurus, aturan rumah tangga, dan alamat kantor sebelum disahkan di notaris,’’ ungkapnya.
Untuk membentuk klub, Abid akan dibantu dua rekannya sesama atlet Jawa Timur. Yakni, Hardyan Wahyu dan Indah Qory Permatasari yang sempat membela tim Jawa Timur di PON XXI Aceh-Sumut September lalu. Ketiganya turut andil menyumbangkan medali emas PON di sektor putra dan perunggu di sektor putri.
Selain mendirikan klub dan AFI, ketiganya juga siap melatih untuk mengembangkan floorball di beberapa sekolah dan kampus. ’’Sementara ini kami bertiga komitmen membangun floorball sampai resmi terbentuk kepengurusan dan dikenal di kalangan siswa,’’ tambahnya.
Abid mengakui floorball terhitung cabor baru di Jawa Timur. Awal dikenalkan pada tahun 2023 lalu lewat kejurprov di Surabaya. Di Mojokerto sendiri, Abid telah mengembangkan di dua sekolah. Masing-masing di SMP Nurul Islam (Nuris) dan SMKN Jatirejo. Saat ini, Abid tengah membidik kampus dan sekolah tingkat SMA dan SMP sebagai sasaran sosialisasi dan rekrutmen atlet baru. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi