KABUPATEN - Ratusan pemain remaja di Kabupaten Mojokerto berlomba-lomba menunjukkan potensinya di ajang latihan bersama (latber) tim usia di bawah 17 tahun (U-17) yang digelar Askab PSSI Mojokerto di lapangan Edupark Pondok Pesantren eLKISI, Pungging mulai Minggu (22/9) hingga November mendatang.
Latber tersebut ditujukan memantau pemain berbakat yang akan diproyeksikan turun di Piala Soeratin 2024.
Mereka akan menjadi bagian dari tim PS Mojosari Putra junior yang resmi dipinjam Askab PSSI sebagai wadah dalam menunjukkan eksistensi pemain binaan klub di Kabupaten Mojokerto.
Setidaknya ada 12 klub internal Askab PSSI yang sanggup mengikuti latber yang digelar setiap akhir pekan. 12 klub tersebut semuanya telah terdaftar sebagai klub dan SSB yang terafiliasi.
Mulai dari Kancil Muda FC, persiba FC, SSB Menanggal, Pigeon, BBR Pungging, Gayaman Soccer Academy, Kesatria Indonesia, Bouroq FC, Bharata, elKISI F.A, Phoenix MFC, dan Mojopahit Soccer Academy. Masing-masing pemain yang diturunkan akan saling beradu untuk bisa menjadi yang terbaik di hadapan tim scouting yang telah ditunjuk.
’’Kami beri kesempatan setiap tim mampu menyodorkan maksimal 18 pemain dan minimal 9 pemain di setiap pertandingan. Ada 12 SSB terafiliasi yang bersedia mengikuti latber,’’ ungkap Sekretaris Askab PSSI Mojokerto, Alfiyah Berliyana. Namun Askab PSSI tidak memberikan apresiasi khusus terhadap tim yang berhasil meraih juara.
Sebab, tujuan dari latber kali ini hanya untuk memantau kualitas pemain sebelum dikumpulkan menjadi satu tim junior. Dengan cara itu, Askab PSSI optimistis akan banyak muncul talenta muda yang siap diterjunkan di kompetisi khusus pemain usia junior akhir tahun nanti.
’’Reward diberikan untuk pemain-pemain yang lolos pantauan tim pemandu bakat skuad U17 Mojosari Putra,’’ tambahnya.
Piala Soeratin sendiri nantinya akan diikuti pemain junior tim Liga 3. Digelar setelah kompetisi amatir tersebut resmi digulirkan. Askab PSSI sendiri sengaja memberikan wadah bagi pemain klub internal lewat salah satu tim peserta asal Mojokerto, PS Mojosari Putra yang resmi dipinjam untuk wadah pembinaan.
Dengan cara itu, kedepan pemain junior mampu menunjukkan eksistensinya hingga di level profesional.
’’Waktu pelaksanaannya belum tahu, pastinya setlah Liga 3 berjalan. Untuk wadah pembinaan agar anak-anak tidak hanya latihan saja. Nantinya kami pakai nama tim Mojosari Putra,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Imron Arlado