KOTA – Kejuaraan daerah bertajuk Kadispora Jatim Cup 2024 di tenis Indoor kompleks Gelora A. Yani Kota Mojokerto kemarin berhasil mempertandingkan 380 pesilat dari berbagai daerah. Selama tiga hari, mereka saling bersaing untuk merebut 16 medali dari 4 kategori usia baik tarung dan seni yang dipertandingkan.
Tidak sekadar mencari gengsi, ajang ini juga menjadi ajang penjaringan pesilat potensial yang akan disiapkan Pengkot IPSI Mojokerto untuk Kejurprov dan Porprov tahun depan.
Khususnya tiga kategori pelajar mulai dari usia SD/MI hingga SMA sederajat. Satu per satu pesilat akan dipantau tim scouting talent yang akan menentukan karier silat mereka kedepan.
’’Ajang ini untuk menjaring bibit pesilat potensial mulai usia dini sampai remaja. Kami pilih usia pelajar karena basis silat di Kota Mojokerto sebagian besar berada di sekolah-sekolah,’’ ungkap Humas Pengkot IPSI Mojokerto, Agus Susilo.
Untuk usia SD/MI/sederajat, sebanyak 50 pesilat saling bertarung untuk merebut medali di nomor tarung tunggal putra/putri serta seni tunggal putra/putri.
Lalu, usia pra remaja atau tingkat SMP/MTs/sederajat, 67 pesilat juga saling bersaing merebut medali di nomor tarung putra/putri dan seni tunggal putra dan putri.
Kemudian usia remaja atau SMA/MA/sederajat, 160 pesilat juga telah bertarung untuk merebut medali di nomor tanding putra dan putri dan seni tunggal putra dan putri.
Sementara satu kategori lain, Pengkot IPSI hanya mempertandingkan khusus untuk pendekar senior. Yang mana, akan diikuti para pesilat sesepuh dengan nomor seni tunggal yang akan dipertandingkan.
Tidak hanya dari berbagai sekolah di kota, pesilat dari Kabupaten Mojokerto, Jombang hingga Sidoarjo juga turut serta bersaing.
Keikutsertaan mereka sekaligus sebagai ajang mengasah skill dalam bersaing di level antardaerah. Dengan begitu, akan terlihat dengan mudah pesilat-pesilat yang memiliki potensi medali untuk disiapkan di kejuaraan resmi level provinsi maupun nasional.
’’Yang jelas kami punya agenda tahunan seperti kejurprov dan porprov yang selalu membawa potensi medali,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi