KABUPATEN - Cabor catur Kabupaten Mojokerto kembali mengantarkan atletnya turun di kejuaraan internasional. Sejak kemarin, Siti Fatimatus Zahro, pecatur cilik asal Ngoro ikut ambil bagian di Asean Age Chess Championship 2024 di Laos mewakili Indonesia.
Turun di kelompok umur (KU) 8 tahun, Zahro sapaan akrab Siti Fatimatus Zahro, ditarget mampu menembus lima besar di ajang tahunan level Asia Tenggara tersebut.
Turunnya Zahro kali ini menjadi yang kali kedua setelah sebelumnya hanya menempati posisi 8 besar di tahun 2023.
Saat itu, usianya baru 6 tahun, sementara lawan-lawannya sudah berusia 8 tahun. Dan di tahun ini, target yang dibebankan PB Percasi lebih tinggi lagi.
’’Kalau tahun minimal bisa di posisi 5 besar, usianya juga masih 7 tahun atau selisih satu tahun dari lawan-lawannya yang berusia ideal,’’ ungkap Ketua Pengkab Percasi Mojokerto, Winarno kemarin (22/8).
Meski ditarget lebih tinggi, Winarno optimistis anak asuhnya mampu meraih target seperti yang dibebankan. Sebab, persiapan penuh telah dilalui pecatur asal Desa Kutogirang ini untuk bisa bertarung di level Asean tersebut.
Di bawah bimbingan Master Nasional (MN) Budiarjo, Zahro telah berlatih keras selama satu tahun belakangan. ’’Latihannya sama Pak Budiarjo, baik di Surabaya maupun didatangkan di rumahnya di Desa Kutogirang Ngoro,’’ tambahnya.
Bukan kali ini saja Zahro tampil di kejuaraan level internasional. Tahun 2022 lalu, ia juga sempat turun di Asian Youth Chess Championships 2022 dengan usia yang baru menginjak 6 tahun.
Setahun berikutnya, Zahro juga berhak tampil di Asean Age Chess Championship 2023 setelah menjarai kejurnas di Bengkulu. Di tahun ini, ia juga berhak tampil lagi setelah berhasil juara di kejurnas catur junior di Jakarta tahun 2023. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi