KOTA – Turnamen sepak bola usia dini under 10 dan 12 tahun di Stadion Gelora Ahmad Yani, Kota Mojokerto, tuntas pada Minggu (21/7).
SSB Airlangga asal Kabupaten Kediri keluar sebagai juara kategori U10. Sementara itu, gelar kampiun U12 berhasil direbut oleh SSB Perkanti, yang bermarkas di Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
Ajang bertajuk Piala Pj Wali Kota Mojokerto itu berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (19/7).
Total 52 tim SSB turut andil dalam kompetisi tingkat Jawa Timur tersebut. Mereka terdiri dari 20 tim U10 dan 32 tim U12. Dua kompetisi kelompok umur tersebut bergulir secara bersamaan di Gelora A. Yani.
Pertandingan dikemas secara mini dengan waktu dua kali 10 menit. Arena lapangannya meliputi sepertiga dari luas total lapangan. Kendati kompetisi anak-anak, kemeriahan suporter tetap memenuhi stadion. Mayoritas dari mereka adalah para orang tua wali atlet yang memberi dukungan kepada buah hatinya.
Kemeriahan kian menjadi saat memasuki babak final yang berlangsung Minggu (21/7) sore. Yakni, ketika SSB Airlangga memastikan diri sebagai juara U10. Tim tamu dari Wates, Kediri, itu meraih gelar kampiun usai mengandaskan perlawanan SSB PSAD Brawijaya Surabaya.
”Untuk juara ketiga U10 diraih secara bersama oleh SSB Internal dan Bina Putra,” kata Bambang Arief Pudji, ketua panitia kompetisi.
Dua SSB lokal Kota Mojokerto itu menjadi juara ketiga setelah sama-sama kalah di babak semifinal. Internal ditekuk oleh Airlangga, sedangkan Bina Putra tunduk dari PSAD.
Di sisi lapangan lain, SSB Perkanti sukses merebut juara pertama U12 pada hari yang sama. Tim yang bermarkas di Desa/Kecamatan Kemlagi, itu mengalahkan SSB Joker Muda, Surabaya, di partai final. Dua semifinalis lain, Airlangga dan Sisoo yang berasal dari Sooko, Kabupaten Mojokerto dinobatkan sebagai juara ketiga.
Bambang menyatakan, kompetisi yang diinisiasi SSB Internal ini digelar sebagai wadah pembinaan bagi atlet muda. Sebagai bentuk edukasi, aturan pertandingan juga dilaksanakan dengan mengutamakan fair play.
”Supaya adik-adik kita tak hanya mencari menang, tapi juga belajar bermain dengan sportif,” imbuh sekretaris KONI Kota Mojokerto itu. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi