KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Regenerasi atlet benar-benar dibutuhkan cabor arung jeram Kabupaten Mojokerto. Kondisi kekurangan atlet sampai membuat keikutsertaan di ajang Kejurprov Jatim 2024 batal. Berkaca dari kenyataan tersebut, kini pengurus cabor akan berfokus menjaring atlet baru.
Hal ini disampaikan Pelatih Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Mojokerto Arif Kustanto.
Setidaknya satu tim arung R4 (empat atlet) disiapkan untuk tampil di Kejurprov Arung Jeram Jatim 2024 yang berlangsung di Banyuwangi akhir pekan kemarin.
Latihan intens pun mereka jalani sejak beberapa minggu sebelumnya untuk menghadapi kejuaraan yang menjadi tahapan menuju kejurnas tersebut.
Dengan meraih juara kejurprov, mereka diharapkan bisa tampil di kejurnas dan masuk tim PON edisi berikutnya.
Namun, Arif mengungkapkan, rencananya tersebut akhirnya buyar di tengah jalan. ’’Ngapunten Kabupaten Mojokerto tidak bisa turun dikarenakan atlet kita tidak bisa semua,’’ ucap Arif, Minggu (16/6).
Kesibukan masing-masing atlet menjadi alasan mereka tak bisa berangkat ke Banyuwangi.
Menurutnya, tiga dari 7 atlet di kelompok tim putra saat ini sedang mengikuti tes masuk TNI/Polri. Sementara itu, sisanya yang duduk di bangku kelas XI SMA sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL).
Kondisi demikian juga terjadi di kelompok tim putri yang meliputi 6 atlet. Mereka seluruhnya sedang repot dengan urusan pribadi. Ada yang persiapan ujian sekolah, ada pula yang sudah lulus.
’’Itu yang menjadikan kita tidak bisa berpartisipasi di kejurprov, ya sedih juga,’’ ungkapnya.
Total 13 atlet binaan itu semuanya merupakan atlet yang turun di Porprov VIII Jatim 2023 lalu.
Baca Juga: Tatap Kejurda Arung Jeram di Banyuwangi, Atlet Intens Latihan di Kali Mas, Dam Rolak 3 Mojokerto
Saat itu, tim Kabupaten Mojokerto selaku tuan rumah berhasil meraih 1 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Kejurprov tahun ini sedianya menjadi bagian dari persiapan menghadapi Porprov IX 2025 di Malang Raya.
Arif menyatakan, selama ini pihaknya terlalu bergantung dengan atlet-atlet dari porprov tahun lalu tersebut. Ketika kalender kompetisi berbenturan dengan jadwal sekolah dan urusan pribadi, hasilnya tak bisa banyak berpartisipasi.
Karena itu, pihaknya pun berfokus pada regenerasi atlet untuk menjadi penerus atlet sekarang. ’’Ini menjadi pembelajaran bagi kami karena tergantung dengan atlet tahun lalu, jadi butuh regenerasi sehingga yang seperti ini tidak terjadi dua kali,’’ ungkapnya.
Upaya penjaringan atlet baru kini mulai dipersiapkan supaya tak ada lagi istilah batal ikut kejuaraan karena kekuarangan atlet. ’’Jadi kami harus punya pembinaan yang betul sehingga atlet kita banyak,’’ tandas dia. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi