KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tim sepak bola Kabupaten Mojokerto yang akan turun di ajang Porprov IX Jatim 2025 Malang Raya terus dipersiapkan.
Akhir pekan ini, para pemain proyeksi akan menjalani laga sparing melawan klub U-20 juara Piala Askab PSSI Lamongan di kota tersebut. Uji tanding itu untuk mengatahui sejauh mana kemampuan tim.
Sekitar 30 pemain yang akan dibawa ke Lamongan tengah berlatih di Stadion Gajah Mada, Mojosari, kemarin (30/5).
Gabungan pemain SSB dan penggawa tim porprov 2023 yang diseleksi Februari lalu itu kembali menjalani program latihan rutin dua kali sepekan mulai Senin (27/5).
”Setelah vakum hampir sebulan setelah Lebaran, kita mulai latihan lagi,” ujar pelatih Nono Srihartono.
Sejak terbentuk, tim proyeksi porprov itu ditangani empat pelatih dari Mojokerto. Selain Nono, mereka adalah M. Zaenal Fanani, Supriyadi dan Taufiq Ismail.
Selama latihan, mereka mendapat materi fisik dan skill. Keduanya diberikan dengan porsi yang sama agar hasil yang didapat maksimal.
”Kita kombinasikan karena pertemuan kita juga hanya dua kali seminggu,” terangnya.
Selama ini, jadwal latihan pemain memang mengalami beberapa kali perubahan. Selain berganti hari, sebelum ini latihan berlangsung siang. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan jadwal pengguaan stadion.
”Ini anak-anak minta latihan sore karena masih banyak yang sekolah. Setelah ada izin dari dispora bisa dipakai sore akhirnya kita latihan lagi sekarang,” jelas Nono.
Dikatakannya, selain mengintensifkan program latihan, para pemain juga akan menjalani uji tanding di luar daerah.
Dua uji coba lawatan telah dijadwalkan. Yakni, melawan tim U-20 juara Piala Askab Lamongan pada Minggu (2/6) nanti, serta menghadapi tim Asifa Academy milik Pelatih Aji Santoso di Malang, pada 9 Juni.
Nono mengatakan, uji tanding ini dinilai penting. Sebab, lanjut dia, sejak seleksi Februari lalu mereka hanya menjalani latihan. Melalui sparing kekuatan tim dari segi materi pemain hingga mentalitas mereka dapat diukur.
”Supaya tahu kemantapan tim kita, materi pemain kita benar-benar serius atau tidak, bagus atau tidak, termasuk kekurangannya,” beber dia.
Melalui uji tanding, perkembangan pemain selama latihan dapat dievaluasi. Karena selama persiapan jangka panjang menuju porprov ini, tim pelatih menerapkan sistem promosi-degradasi. Artinya, kata Nono, bongkar-pasang pemain sangat mungkin dilakukan.
Askab PSSI Mojokerto sengaja membentuk tim proyeksi poprov sejak jauh hari.
Hal ini menjadi langkah agar tim yang akan turun pada 2025 nanti memiliki kematangan. Setelah meraih juara keempat di Porprov VIII Jatim 2023 lalu, Kabupaten Mojokerto mamasang target medali emas di porprov tahun depan. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi