KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Mojokerto resmi menjadi cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI setelah menggelar musyawarah kota (muskot), Minggu (19/5).
Tak butuh waktu lama, para atlet tinju yang ditransfer dari cabor kickboxing kini mulai menjalani latihan.
Muskot perdana Pertina Kota Mojokerto yang digelar di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Mojokerto itu juga menetapkan M Aditya Akbar Maulana sebagai ketua.
Pemuda berlatar belakang cabor sepak bola tersebut dipilih secara aklamasi oleh peserta muskot yang terdiri dari perwakilan KONI hingga Pertina Jawa Timur.
Dalam pertemuan tersebut, susunan pengurus berikut jajaran pelatih turut ditetapkan.
Terkait juru latih, Ketua Kickboxing Indonesia (KBI) Kota Mojokerto Juang Ade Gemilang didaulat sebagai pelatih kepala.
Penunjukan terhadap Juang ini tak lepas dari kemiripan antara tinju dengan kickboxing.
”Sistem tandingnya sama, perbedaannya hanya kalau kickboxing boleh pakai kaki, kalau tinju pakai tangan. Itu saja,” beber Juang.
Keselarasan antarcabor ini pula yang membuat atlet KBI dan Pertina dapat menjalani latihan bersama mulai Senin (20/5).
Pemusatan latihan tersebut digelar di sekretariat KBI Kota Mojokerto, Jalan KH Mas Mansyur Nomor 36, Lingkungan Suronatan, Kelurahan/Kecamatan Magersari.
Rencananya, kata Juang, latihan itu bakal digelar secara rutin sepekan tiga kali. Selain melatih kemampuan atlet di markas, kekuatan fisik petarung juga akan diasah melalui sejumlah materi di Gelora Ahmad Yani.
Juang mengungkapkan, setidaknya terdapat 5 atlet yang kini berlatih di cabor tinju.
Mereka adalah petarung yang sebelumnya berkiprah di cabor kickboxing kota. Status atlet merangkap cabor seperti ini banyak dijumpai, khususnya di antara cabor serumpun, seperti bela diri.
Kendati demikian, saat turun di kejuaraan, mereka tetap harus tampil untuk satu cabor. Juang memastikan pembagian atlet tak akan mengganggu prestasi kedua cabor.
Sebab, selain kategori pertandingan yang berkarakter individual, kategorinya pun tak sebanyak cabor lain. ”Jadi kami bagi supaya bisa sama-sama tampil di porprov tahun depan,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi