Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ajang Penjaringan Atlet Andalan, Bupati Cup Lomba Hadang dan Panahan Tradisional

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 6 Mei 2024 | 14:25 WIB
MERIAH: Pelajar mengikuti lomba hadang dan panahan tradisional di GOR Gajah Mada, Mojosari, Sabtu (4/5).
MERIAH: Pelajar mengikuti lomba hadang dan panahan tradisional di GOR Gajah Mada, Mojosari, Sabtu (4/5).

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan pelajar SD dan SMP se-Kabupaten Mojokerto berpartisipasi dalam lomba gobak sodor atau hadang dan panahan tradisional di GOR Gajah Mada, Mojosari, Sabtu (4/5). Di samping sebagai upaya melestarikan olahraga tradisional, kejuaraan ini juga menjadi ajang penjaringan bibit atlet di ajang tingkat provinsi dan nasional.

 Kejuaraan yang dikemas dalam acara Lomba Olahraga Tradisional Panahan dan Hadang Bupati Cup 2024 itu diikuti sekitar 72 pelajar SD dan SMP negeri dari 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) memberi pengenalan dan pelatihan olahraga tersebut kepada guru dan siswa. ’’Olahraga tradisional ini merupakan warisan bangsa kita yang harus dilestarikan,’’ ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat membuka kegiatan. 

KORMI Kabupaten Mojokerto saat ini tengah gencar menyosialisasikan olahraga tradisional ke lembaga pendidikan. Harapannya sekolah menjadi pusat pelatihan dan pelestarian berbagai permainan tradisional. Antara lain, melalui pembentukan esktrakurikuler maupun pelajaran muatan lokal di Kurikulum Merdeka Belajar. Selain panahan dan hadang, jenis olahraga lain yang akan dipopulerkan di sekolah antara lain egrang, terompah panjang, lari balok, dagongan, sumpitan, hingga ketapel.

 Dalam kejuaraan Sabtu lalu, panahan tradisional dibagi dalam empat kategori yakni SD putra dan putri serta SMP putra dan putri. Sedangkan hadang terdiri dari kategori SD dan SMP. Ketua KORMI Kabupaten Mojokerto Dedy Ardianto mengatakan hadang dipilih karena memiliki karakter kerja sama tim dan minim peralatan. Sehingga lebih mudah untuk membangkitkan minat dan partisipasi pelajar. ’’Sedangkan panahan tradisional baik untuk meningkatkan fokus siswa di tengah arus penggunaan gadget,’’  tuturnya. 

Dedy melanjutkan, Kabupaten Mojokerto memiliki tradisi juara di kejuaraan panahan tradisional. Karena itu, melalui lomba yang menjadi rangkaian Hari Jadi ke-731 Kabupaten Mojokerto ini, pihaknya juga melakukan penjaringan atlet-alet baru. ’’Ini untuk menjaga tradisi medali karena berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Kalau tidak diperkenalkan sejak dini akan semakin sulit regenerasinya padahal potensinya besar,’’ bebernya.

 Terakhir medali panahan tradisional itu diraih dari ajang Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) I Jatim 2023 dan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VII 2023 di Jawa Barat. Awal Maret lalu, para juara mendapat guyuran bonus dari Pemkab Mojokerto sebagai bentuk apresiasi dan dukungan. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi