Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Guru Tingkat SD dan SMP Dilatih Olahraga Tradisional, Mulai Gobak Sodor hingga Panahan

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 3 Mei 2024 | 14:45 WIB
ANTUSIAS: Guru olahraga mendapat pelatihan olahraga tradisional di kompleks GOR Indoor Gajah Mada, Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
ANTUSIAS: Guru olahraga mendapat pelatihan olahraga tradisional di kompleks GOR Indoor Gajah Mada, Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan guru olahraga di Kabupaten Mojokerto dilatih olahraga tradisional. Mereka diharapkan dapat turut mengembangkan kegiatan olahraga, seperti gobak sodor hingga panahan di sekolah-sekolah kepada para siswa.

 Pelatihan yang berlangsung di GOR Indoor Gajah Mada, Mojosari, pekan lalu, itu diikuti guru olahraga di 36 SD dan 36 SMP negeri dari 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Setiap kecamatan mengirim empat perwakilan, sehingga totalnya mencapai 72 guru. ”Mereka semua adalah guru olahraga,”  kata Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Mojokerto Dedy Ardianto, kemarin.

 Dalam pelatihan ini, para guru olahraga dikenalkan dengan permainan panahan tradisional dan gobak sodor atau hadang. Dua olahraga itu berada di bawah naungan KORMI. Melalui materi panahan yang diberikan, ujar Dedy, para guru diharapkan dapat mengajarkan kepada peserta didik di sekolah

 Guna memastikan pengajaran efektif, KORMI turut memberi pendampingan selama masa pengenalan olahraga tradisional kepada siswa di sejumlah sekolah. Dedy menyebut animo murid maupun wali murid untuk mengikuti pelatihan sangat tinggi. ”Jadi yang sedang kita ujicobakan ini metodenya, bagaimana agar guru olahraga bisa menerima dan mengajarkan ke siswa,” bebernya. 

Pemilihan gobak sodor dan panahan didasarkan pada karakter olahraga dan potensi penerimaan di tengah siswa. Gobak sodor bersifat tim, sehingga minat partisipasi siswa relatif lebih mudah dimunculkan. ”Juga minim peralatan dan biaya karena cuma lapangan di garis,” jelasnya.

 Sementara itu, panahan tradisional dinilai memiliki manfaat dalam meningkatkan fokus pelajar. Mengingat, saat ini tingkat penggunaan teknologi khususnya ponsel sangat masif. ”Olahraga tradisional ini kalau tidak diperkenalkan sejak dini akan semakin ditinggalkan” ungkap Dedy.

 Melalui langkah awal pengenalan ini, pihaknya berharap olahraga tradisional makin dikenal masyarakat. Gobak sodor kini juga masuk dalam kurikulum merdeka. Sedangkan panahan tradisional diupayakan menjadi kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Dua olahraga itu juga akan dilombakan dalam kejuaraan tingkat SD dan SMP di GOR Indoor Gajah Mada, Sabtu (4/5).

 Selain dua jenis olahraga itu, upaya pemasyarakatan juga akan diikuti dengan olahraga tradisonal lain melalui sekolah. Seperti egrang, terompah panjang, lari balok, dagongan, sumpitan, dan ketapel. (adi/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#Mojosari Mojokerto #KORMI