Di Ajang Seleksi O2SN, Melaju Tingkat Provinsi
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMA cabor karate tingkat Kabupaten Mojokerto tuntas, Rabu (24/4). Dua pelajar keluar sebagai juara kategori putra dan putri. Keduanya akan mewaliki daerah di ajang O2SN tingkat provinsi yang digelar September mendatang.
Ketua Binpres Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Mojokerto M. Ridhoi mengatakan, seleksi diikuti oleh tujuh atlet putra dan tujuh atlet putri. Para atlet tersebut mewakili SMA masing-masing yang berasal dari sejumlah kecamatan.
Dalam seleksi yang berlangsung di SMAN 1 Sooko itu, kemampuan mereka dinilai oleh sembilan juri dari berbagai perguruan karate. ”Dari seleksi ini diambil satu putra dan satu putri untuk dikirim ke provinsi,” jelasnya. Menurut Ridhoi, aspek yang menjadi pertimbangan juri antara lain, penguasan skill dan teknik. Khususnya dalam kategori kata dan kumite yang akan dipertandingan di O2SN.
Berdasarkan penilaian tersebut, dua karateka terpilih sebagai juara. Keduanya adalah Bintang, atlet putra asal SMAN 1 Puri, dan Dita, atlet putri asal SMAN 1 Mojosari. ”Setelah seleksi tingkat kabupaten ini, dua atlet ini akan menjalani persiapan untuk O2SN tingkat provinsi,” imbuhnya.
Ridhoi menjelaskan, ajang O2SN SMA tingkat Provinsi Jatim bakal diputar pada September mendatang. Pertandingan cabor karate berlangsung di Kota Batu yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Dia menyebutkan, dua juara nantinya akan tampil sebagai perwakilan Kabupaten Mojokerto.
Ridhoi berharap waktu persiapan yang masih tersisa sekitar lima bulan ini cukup bagi atlet untuk mematangkan diri. ”Dengan seleksi yang jauh hari, persiapan atlet bisa lebih lama dan harapannya dapat meraih hasil terbaik,” tandasnya.
Dia menegaskan seleksi karate O2SN SMA ini hanya sekali digelar. Para atlet langsung dipertandingkan di tingkat kabupaten karena jumlah sekolah yang tak banyak. Hal ini berbeda dengan seleksi karate O2SN tingkat SD yang digelar secara bertahap dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi