Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hapkido Kabupaten Mojokerto Buka Opsi Transfer Atlet

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 26 April 2024 | 14:15 WIB
ANDALAN: Pertandingan cabor hapkido di GOR Gajah Mada Mojosari, pada ajang Porprov VIII Jatim tahun lalu.
ANDALAN: Pertandingan cabor hapkido di GOR Gajah Mada Mojosari, pada ajang Porprov VIII Jatim tahun lalu.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Mayoritas atlet hapkido Kabupaten Mojokerto yang turun di porprov tahun lalu telah memasuki usia maksimal. Karena itu, pengurus cabor pun membuka opsi transfer atlet dari disiplin bela diri lain guna menghadapi porprov tahun depan.

 Ketua Pengkab Hapkido Mojokerto Sayidil Mursalin menyatakan, memang sebagian besar atlet kini telah melewati umur 23 tahun, batas tampil di porprov. Tahun lalu, rata-rata sudah mencapai usia terakhir dari kalangan mahasiswa dan pekerja. ”Tinggal sekitar dua sampai tiga anak yang masih SMA dan bisa tampil lagi di porprov tahun depan,” ujarnya kemarin (24/4).

 Guna menghadapi Porprov IX 2025 nanti, pihaknya melirik untuk merekrut atlet dari cabor serumpun. Salah satunya yang paling mirip adalah taekwondo. Sayid menjelaskan, selama ini atlet dari berbagai disiplin bela diri berlatih secara bersama di satu tempat di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari.

 Atlet yang dinilai memiliki potensial meraih medali melalui hapkido bukan tidak mungkin bakal ditarik. ”Misal, awalnya di cabor A, ternyata berpeluang mendapat medali di cabor B, kenapa tidak?,” ungkapnya.  Langkah demikian ini yang dilakukan saat menghadapi Porprov VIII Jatim 2023 lalu. Sebagai cabor baru, hapkido diisi banyak atlet dari cabor lain. 

Hasilnya, hapkido menjadi salah satu cabor penyumbang medali terbanyak bagi Kabupaten Mojokerto. Bertanding di GOR Gajah Mada Mojosari, para atlet berhasil meraih lima medali perak dan empat medali perunggu. ”Sebagai tuan rumah, kami melakukan persiapan yang lumayan panjang waktu itu,” tandas Sayid.

 Di sisi lain, pihaknya juga memiliki banyak atlet usia dini yang kini menjalani latihan rutin. Keberadaan mereka membuat proses regenerasi tak terhambat. Bibit yang melimpah itu terus dibina agar mampu menjadi atlet andalan. ”Sekarang ini yang latihan rata-rata usia di bawah SMA, jadi ini bisa untuk pembinaan jangka panjang,” tegas dia. (adi/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#kabupaten mojokerto #hapkido #porprov