KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Komposisi atlet woodball Kabupaten Mojokerto yang dipersiapkan menghadapi Porprov IX 2025 tak banyak berubah. Sebab, sebagian besar atlet porprov tahun lalu masih bisa tampil tahun depan. Pengurus cabor pun menagetkan perolehan medali tak menurun.
Ketua Pengkab Indonesia Woodball Association (IWbA) Mojokerto Didik Dwi Waloya mengatakan dari 14 atlet porprov, hanya satu atlet putra yang tak bisa running ke porprov 2025. Kondisi itu lantaran usia atlet telah melewati batas yakni 23 tahun. ’’Hanya satu atlet putra atas nama Febri yang tidak bisa masuk karena usianya sudah lewat,’’ jelasnya.
Dengan demikian, komposisi atlet tak akan banyak mengalami perubahan. Sebab, regenerasi dari pemain junior selama ini juga berjalan sehingga pihaknya memiliki banyak opsi pengganti.
Bertahannya mayoritas atlet, diakui Didik, membuat langkah persiapan semakin mudah. Sebab, para atlet sudah saling kenal dan kemampuannya teruji. Selama ini, mereka juga rutin menjalani latihan seminggu tiga kali di Lapangan Desa Domas, Kecamatan Trowulan. ’’Atlet sudah kami siapkan di nomor masing-masing secara spesifik dan latihan rutin itu sudah kami anggap TC (training center),’’ ulasnya.
Mengingat persiapan yang sudah berlangsung panjang ini, pihaknya pun tak segan menaruh target tinggi di porprov tahun depan. Tak lain minimal mempertahankan perolehan pada Porprov VIII 2023, yakni empat medali.
Bermain sebagai tuan rumah di Lapangan Trawas, tahun lalu kontingen Kabupaten Mojokerto meraih dua medali emas dari nomor pertandingan men team fairway dan women team fairway. Sementara itu, dua medali perak diraih dari nomor women single stroke dan mixed double fairway.
Didik meyakini kemampuan dan pengalaman yang telah dimiliki para atlet bakal membawa prestasi terbaik. Kendati pun nomor yang dipertandingkan sejak porprov tahun lalu mengalami pengurangan. Dari sebelumnya 14 nomor, tinggal tujuh. ’’Karena itu target kami minimal pertahankan medali tahun lalu karena hanya ada tujuh nomor pertandingan sesuai dengan acuan dari PON,’’ bebernya. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi