RADAR MOJOKERTO - Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, menghadirkan pesona drone light show bertema muktamar dan muassis NU, Jumat (28/8) malam.
Ratusan drone yang diterbangkan di langit pondok pesantren tersebut sekaligus menyuguhkan suasana berbeda.
Tampak spektakuler, menghibur, sekaligus menyampaikan pesan histori ke-NU-an.
Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh menuturkan, drone light show dipusatkan di depan depan Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said ini menyuguhkan beberapa formasi.
Seperti lambang/logi NU, logo Bahrul Ulum, logo muktamar, hingga para tokoh-tokoh (muassis) NU.
“Dan ini merupakan satu-satunya muktamar yang menampilkan drone light show, hanya (ada) di Tambakberas, Jombang,” ujar Gus Rozaq, sapaan karib KH Abdurrozaq Sholeh.
Show spektakuler karya para santri yang tergabung dalam tim kreatif muda tersebut sukses memadukan antara ratusan unit drone, teknologi digital, lighting, dan dikemas dengan konsep berbeda.
Sehingga begitu tim kreatif mulai menyuguhkan drone light show, tak sedikit di antara ribuan Nahdliyin yang menyaksikan pagelaran tersebut merasakan keindahan angkasa malam itu.
Mereka juga mengamati dari sebelum drone diterbangkan hingga membentuk beragam formasi di atas langit Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
Kamera handphone para Nahdliyin pun kompak mengabadikan satu persatu perubahan formasi.
Menyusul, acara yang menggabungkan hasil teknologi digital ini dinilai memang jarang terlihat, apalagi selama sepanjang sejarah digelarnya Muktamar NU digelar.
Gus Rozaq menyatakan, setidaknya ada 14 formasi mewarnai pagelaran drone light show tersebut.
Dimulai dari sajian formasi membentuk kaligrafi bismillahirrahmanirrahim, lafal Allah, lafal Nabi Muhammad, logo NU, logo muktamar, logo PPBU, bendera merah putih, Tugu Ringin Contong, Masjid Jamik PPBU, dan formasi membentuk tulisan PP Bahrul Ulum Tambakberas.
“Sementara untuk formasi tokoh-tokoh NU, ada Mbah Hasyim (KH M. Hasyim Asyari), Mbah Wahab (KH Abdul Wahab Chasbullah), dan Mbah Bisri (KH Bisri Syansuri,” tandas pengasuh Ribath PP Al-Muhajirin 1 ini.
Founder Cita Entertainment Helmy M. Noor menambahkan, drone tersebut merupakan karya kreatif para santri yang tergabung dalam sebuah komunitas vendor multimedia.
Karenanya sebelum show berlangsung, mereka sepakat untuk mengusung konsep bernuansa NU, muktamar, PPBU, namun tidak menanggalkan pesan nasionalisme dan ikonik Kabupaten Jombang, sebagai Kota Santri.
“Ini adalah persembahan Tambakberas untuk NU, untuk bangsa, dan untuk negara,” tandasnya. (ris)
Editor : Moch. Chariris