RADAR MOJOKERTO - Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, terus mematangkan kesiapan acara.
Selain venue pembukaan, persidangan, dan penginapan, panlok turut mematangkan teknis penjemputan para tamu dan muktamirin dengan menggelar simulasi uji kesiapan transportasi sekaligus test drive unit kendaraan, Sabtu (22/8).
Simulasi penjemputan dipimpin Ketua Panlok Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq) ini menerjunkan 15 unit becak listrik dan 1 unit golf cart.
“Simulasi bagian dari uji kesiapan panlok di bidang transportasi dalam menjalankan tugas penjemputan tamu dan muktamirin,” ujar Ketua Bidang Transportasi Panlok Muktamar ke-35 NU, Ahmad Faiz Romadon, di lokasi.
Simulasi yang juga mengatur rute dan arus lalu lintas penjemputan tersebut melibatkan lintas bidang dan stakeholder terkait. Di antaranya personel Satlantas Polres Jombang, potensi tim relawan, dan para santri.
Faiz menuturkan, memang dalam simulasi teknis ini panlok sengaja tidak mengerahkan semua armada becak listrik yang jumlahnya mencapai 150 unit dan 10 golf cart.
Akan tetapi, sekadar menurunkan 15 unit becak listrik dan 1 unit golf cart, berikut driver beserta penumpang. Semisal, memperagakan penjemputan muktamirin atau tamu yang diperankan para santri, dari pintu gerbang utama pesantren dan sekretariat pendaftaran peserta menuju venue tujuan.
“Sehingga semua driver sebagai pengendara becak listrik dan golf cart tetap kita bekali dengan simulasi teknis ini,” imbuhnya.
Dengan harapan, ketika hari H pelaksana penjemputan para driver sudah memahami teknis mengemudikan kendaraan dengan baik, mengatur tingkat kecepatan, menjaga keselamatan penumpang, hingga rute yang dilalui.
“Artinya, mulai dari titik penjemputan peserta, rute perjalanan, hingga penurunan, nanti semuanya jelas. Dan, tidak kalah pentingnya driver diminta menjaga ketertiban, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, serta
keselamatan penumpang,” paparnya.
Sebelumnya panlok telah menetapkan benerapa venue muktamar sebagai tempat penginapan, persidangan, dan pembukaan di lingkungan PPBU.
Venue-venue yang tersebar di 9 tower itu menempati gedung madrasah, universitas, asrama, Gedung Serbaguna (GSG) KH Hisbullah Said, hingga Lapangan Untung Suropati.
“Harapannya, dari simulasi ini supaya proses penjemputan berjalan lancar, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi tamu maupun muktamirin,” tandasnya.
Sementara itu, kekuatan armada transportasi selama lima hari pelaksanaan muktamar juga di-backup 50 unit mobil Toyota Innova Reborn dan potensi armada lain dari para alumni.
Kesiapan puluhan armada ini setelah sebelumnya panlok mempertimbangkan jumlah undangan dan muktamirin yang hadir datang dari berbagai daerah se-Nusantara.
“Untuk peserta aktif jumlahnya diperkirakan mencapai 3.000 orang. Dan juga nanti akan ada tambahan 500 orang lagi, rombongan dari PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama). Jadi totalnya sekitar 3.500 orang," jelas Ketua Panlok Muktamar ke-35 NU Gus Rozaq saat ditemui di Unwaha Jombang, Sabtu (8/8) lalu.
Dengan demikian, panlok dari awal telah menyiapkan armada khusus menyambut kedatangan tamu dan muktamirin usai menempuh perjalanan dari daerah asal dan turun di beberapa titik pusat transportasi umum.
Seperti di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo; Stasiun Jombang, dan Terminal Keplaksari Jombang.
“Kemungkinan nanti ada simulasi sesi dua. Khusus untuk menyiapkan teknis pemulangan dan mengantar muktamirin menuju bandara, terminal, atau stasiun,” pungkas Faiz. (ris)
Editor : Moch. CharirisSumber : Jawa Pos Radar Mojokerto