Siswa Madrasah di Kota Mojokerto Bermunajat, Doakan Muktamar NU Berjalan Khidmat

Moch. Chariris • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:56 WIB
KHIDMAT: Ratusan siswa MI Nurul Huda 2 Kota Mojokerto bermunajat mendoakan kelancaran dan kesuksesan Muktamar ke-35 NU di PPBU Tambakberas, Jombang, Kamis (20/8).
KHIDMAT: Ratusan siswa MI Nurul Huda 2 Kota Mojokerto bermunajat mendoakan kelancaran dan kesuksesan Muktamar ke-35 NU di PPBU Tambakberas, Jombang, Kamis (20/8).

MOJOKERTO - Doa demi kelancaran dan kesuksesan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang juga mengalir dari siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda 2 Kota Mojokerto, Kamis (20/8) pagi.

Para siswa berharap melalui panjatan doa tersebut, gelaran ajang permusyawaratan tertinggi di tubuh NU ini berjalan khidmat, serta melahirkan pemimpin yang kian meneguhkan ajaran ahli sunnah wal jamaah (aswaja) dan bermanfaat bagi umat. 

Munajat doa diawali dengan pembacaan istighotsah yang dipimpin para dewan guru. Dipusatkan di halaman madrasah, pembacaan istighotsah ini diikuti sekitar 700 siswa-siswi dari kelas 3 hingga 6. 

Mereka tampak khidmat dan khusuk membaca rangkaian doa dengan panduan kitab yang dibawa masing-masing siswa. 

“Bangga rasanya bisa mengikuti doa istighotsah bersama teman-teman satu sekolah untuk kebesaran NU dan kesuksesan muktamar di Jombang, ini,” ujar Chiquita, siswa kelas 4 Imam Syafii.

Usai istighotsah, rangkaian amaliyah ke-NU-an tersebut kemudian dilanjutkan dengan mahalul qiyam. Secara serentak dan penuh rasa cinta terhadap Rasulullah SAW, pembacaan salawat Nabi diiringi hadrah ini dikumandang sembari berdiri.

“Semoga dengan lantunan salawat Nabi tadi, muktamar di Tambakberas berjalan penuh keteduhan dan membawa keberkahan,” imbuhnya.

Sekitar 30 menit melantunkan salawat dan membaca doa Istighotsah, para siswa lantas dikenalkan dengan sejarah singkat tentang berdirinya organisasi NU para tokoh pendiri.

“Sebagaimana dalam ajaran aswaja, yang mendirikan organisasi NU itu adalah KH Hasyim Asyari dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, yang sampai saat ini masih kita kenang jasa-jasa besar beliau,” ungkap Kepala MI Nurul Huda 2 Kota Mojokerto Zainul Arifin.

Kedua, lanjut dia, tokoh penting dalam organisasi yang berdiri tahun 1926 ini tak lain yakni KH Abdul Wahab Chasbullah dari PPBU Tambakberas, Jombang. 

Kepada para siswa, Zainul menjelaskan, selain salah satu pendiri, Mbah Wahab juga dikenal sebagai pencipta lagu Yalal Wathon atau “Wahai Tanah Airku.”

“Nah, kebetulan tahun ini Muktamar ke-35 NU digelar di PPBU Tambakberas, Jombang. Maka sebagai bentuk khidmah para siswa dan jajajaran dewan guru, pagi ini kita mengadakan istighotsah dan pembacaan salawat Nabi,” imbuhnya.

Dengan demikian, berkat munajat doa dan pembacaan salawat para siswa, ia berharap, muktamar pada 27-31 Agustus nanti senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran, kesuksesan, dan melahirkan pemimpin yang mampu membawa NU lebih solid.

“Siapapun pemimpin yang terpilih nantinya, harapan kami dapat membawa keberkahan bagi segenap umat, serta kian meneguhkan ajaran ahlu sunnah wal jamaah,” paparnya. 

Sebelum para siswa kembali ke ruang kelas, mereka lebih dulu diajak menyanyikan lagu Yalal Wathon sekaligus untuk menanamkan spirit mencintai tanah air dan ajaran para muassis NU. (ris)

 

Editor : Moch. Chariris
muktamar 35 nu Tambakberas jombang nu siswa