"Media bisa menjadi sarana bagaimana menyampaikan kepada masyarakat tentang bahaya kekerasan, kemudian pentingnya pengasuhan positif, kesetaraan gender. Berbagai hal yang positif bisa lebih banyak disampaikan melalui media," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Senin, menanggapi Hari Pers Nasional 2026.
Menurut dia, media juga memiliki peran besar untuk membangun lingkungan sosial yang tidak menoleransi segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Pers yang sehat itu bukan hanya sebatas menyajikan informasi, tapi juga sebagai sarana edukasi untuk masyarakat yang mencerahkan. Saya melihat media turut membangun lingkungan sosial yang tidak menoleransi terhadap kekerasan apapun," kata Arifah Fauzi.
Dikatakannya, media merupakan mitra strategis pemerintah untuk menjalankan berbagai program pemerintah dan mencari solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.
"Media bagi kami itu bukan hanya corong berita, tetapi media itu harus diajak sebagai mitra strategis. Kita harus bergandengan tangan dengan teman-teman wartawan. Ini lho kita ada persoalan ini kira-kira pandangan teman-teman wartawan seperti apa," kata Arifah Fauzi.
Pihaknya pun menyoroti tentang wartawan perempuan yang harus berdaya, tangguh, dan kuat.
"Bangsa yang kuat itu bangsa yang memiliki pondasi yang kuat, yaitu yang didasari oleh keluarga yang kuat juga. Keluarga yang kuat itu kan manajernya biasanya perempuan. Kalau perempuannya kuat, berkualitas, maka ini akan menjadi pondasi sebuah bangsa yang kuat juga," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Hari Pers Nasional diperingati setiap 9 Februari. Pada tahun ini, Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) digelar di Serang, Banten, dengan mengusung tema "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat".
Editor : Fendy Hermansyah