“Pemerintah tidak akan membiarkan pers berjalan sendirian. Upaya-upaya untuk melindungi kerja-kerja pers harus terus diperkuat bersama," kata Menko Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Hal itu dikatakannya saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten.
Ia mengatakan disrupsi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah lanskap industri media secara signifikan.
Kompetisi tidak lagi hanya terjadi antarperusahaan pers, melainkan antarmodel bisnis, antarplatform, bahkan antarcara menjangkau audiens yang semakin terfragmentasi.
Dalam konteks tersebut, menurut dia, negara tidak akan tinggal diam.
"Kebijakan untuk mengokohkan ekonomi media, seperti advokasi publisher rights sebagaimana telah dilakukan pemerintah negara-negara maju, juga harus kita jalankan dengan sungguh-sungguh," kata Muhaimin Iskandar.
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi informasi membawa peluang besar sekaligus risiko serius.
Banjir informasi dan konten tidak berkualitas berpotensi menurunkan daya nalar publik, fenomena yang kini dikenal luas sebagai brain rot.
Lebih lanjut, Menko Muhaimin Iskandar mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan media dalam menghadirkan konten-konten edukatif dan inspiratif, khususnya terkait program-program prioritas nasional seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, dan Koperasi Desa, yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan masa depan bangsa.
"Presiden berharap Hari Pers Nasional ini menjadi momentum konsolidasi menghadapi tantangan baru, menghadapi berbagai kesulitan-kesulitan baru sehingga semangat jurnalisme, semangat media kepada masyarakat itu benar-benar bisa terwujud melalui konsolidasi," ujar Muhaimin Iskandar.
Hari Pers Nasional diperingati setiap 9 Februari. Pada tahun ini, Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) digelar di Serang, Banten, dengan mengusung tema "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat".
Editor : Fendy Hermansyah