Cak Imin-Gus Barra terhadap Desa Ketapanrame
KABUPATEN - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar kagum atas pencapaian Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Keberhasilan Desa Ketapanrame ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
’’Desa Ketapanrame adalah bukti nyata bahwa kolaborasi yang baik antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dapat menciptakan keajaiban. Keberhasilan ini harus dijadikan contoh untuk desa-desa lain di seluruh Indonesia,’’ ungkap Cak Imin dalam Kunjungan Kerjanya, Kamis (16/1).
Benar saja, seabrek capaian berhasil disabet desa di lereng Gunung Welirang tersebut. Bahkan, desa dengan tiga destinasi wisata, meliputi, Air Terjun Dlundung, Taman Ghanjaran, dan Wisata Sawah Sumber Gempong, sebelumnya dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik 2023 di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Kemenparekraf. Pada tahun yang sama Desa Ketapanrame juga dinobatkan sebagai terbaik 1 Desa Wisata Nusantara 2023 kategori Desa Maju/Mandiri oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT).
Menurutnya, program pemberdayaan desa oleh BUMN benar-benar membawa perubahan signifikan terhadap ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. ’’Program desa tersebut ini harus kita replikasi ke seluruh Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,’’ tandasnya.
Wakil Bupati Muhammad Albarraa yang turut menyambut Menko PM, turut bangga atas pencapaian Desa Ketapanrame yang berhasil mengharumkan bumi Majapahit di kanca nasional. Bahkan, program desa yang digarap telah mendorong inovasi berkelanjutan untuk desa dan BUMDes.
Terbukti, pada 2021 desa ini menerima dana CSR sebesar Rp 1 miliar dari bank BUMN untuk mengembangkan potensi wisata dan pembangunan berkelanjutan. Pada tahun 2023, desa ini kembali mendapatkan bantuan sebesar Rp 500 juta yang akan direalisasikan pada tahun 2024. ’’Laba bersih seluruh usaha desa pada tahun 2023 mencapai Rp 3 miliar, dengan kontribusi terbesar dari sektor pariwisata yang memberikan pendapatan asli desa (PAD) sebesar Rp 800 juta. Ini tentu merupakan prestasi yang luar biasa,’’ tandas bupati terpilih. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi