SEBANYAK 18 pendonor darah sukarela asal Mojokerto menerima penghargaan dari Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin di Hotel Sultan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (5/8).
’’Seharusnya ada sekitar 21 pendonor darah sukarela yang berangkat ke Jakarta, Namun, sebanyak 3 pendonor tidak bisa berangkat, karena tidak bisa dihubungi dan alamat berubah,’’ kata Wakil Ketua 1 PMI Kota Mojokerto Mashudi, kemarin.
Mashudi menuturkan, 18 pendonor darah sukarela ini merupakan pendonor yang telah menyumbangkan darahnya sebanyak 100 kali.
Sehingga pahlawan kemanusian tersebut layak menerima penghargaan. Di antaranya penganugerahan piagam penghargaan dan satya lancana kebaktian di Jakarta, oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Prof Dr (HC) KH Ma’ruf Amin. (selengkapnya baca grafis).
’’Pendonor darah sukarela di PMI kota dan kabupaten se-Jawa Timur sejumlah 672 pendonor. Dalam hal ini, merupakan jumlah pendonor terbanyak dari provinsi se-Indonesia,’’ tandas Mashudi.
Ketua PMI Kota Mojokerto Hj Ika Puspitasari, dalam sambutan pemberangkatkan pendonor darah sukarela, menyampaikan rasa terima kasih kepada para relawan donor darah yang telah menyumbangkan darah hingga 100 kali.
Sehingga atas jiwa sosial yang tingggi, lanjut Ning Ita, begitu Ika Puspitasari akrab disapa, sudah tidak terhitung berapa nyawa yang diselamatkan para pendonor darah setiap harinya melalui PMI Kota Mojokerto.
”PMI Kota Mojokerto akan terus berusaha menjaga stok darah agar tetap aman. Komitmen melakukan pelayanan kemanusiaan kepada pasien dan masyakarat yang membutuhkan,” imbuh Ning Ita.
Sekadar diketahui PMI Kota Mojokerto setiap bulan membutuhkan pasokan darah kurang lebih 1.800 kantong darah.
Jumlah tersebut untuk memenuhi kebutuhan beberapa rumah sakit. Baik dalam kota maupun luar Kota mojokerto.
Dengan demikian, PMI akan terus menjalin kerja sama dengan semua elemen masyarakat demi membantu sesama.
’’Peran para donor darah sukarela100 kali ini sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
Oleh karena itu, PMI berharap agar para pendonor darah sukarela yang telah 100 kali ini menjadi penggerak calon-calon pendonor sukarela lainnya,’’ ungkap Ning Ita.
Humas PMI Kota Mojokerto Dimas Hariadi menambahkan, seusai diberangkatkan Ning Ita, Mashudi, dan Ketua Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Mojokerto Sukarnam, di aula PMI Kota Mojokerto, Sabtu (3/8),
ereka lantas bertolak ke Jakarta, melalui Surabaya, bersama rombongan pendonor se-Jawa Timur. (dik/ris)
PENERIMA SATYA LANCANA KEBAKTIAN
- Dijah Swastika, warga Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon.
- AH Fudioli, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon.
- Boaz Sugiri, warga Desa/Kecamatan Trawas.
- David Hadiono Ponto, warga Kelurahan/Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.
- (Alm) Sudrajab, warga Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg.
- Purwanto, warga Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan.
- Imam Soni, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan.
- Heru Tri Utomo, warga Kelurahan/Kecamatan Magersari.
- (Alm) Ganot Suprijadi, warga Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.
- Setyo Hadi, warga Kelurahan/Kecamatan Kranggan.
- Djawadi Sunda Kelana, warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari.
- Soetikno, warga Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
- Edi Purwanto, warga Kelurahan/Kecamatan Magersari.
- Hari Santosa, warga Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Kranggan.
- Ferawati, warga Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon.
- Yohannes Setiawan, warga Desa/Kecamatan Dlanggu.
- Mesturo, warga Desa Betro, Kecamatan Kemlagi.
- Heri Sulistyo, warga Desa Terusan, Kecamatan Gedeg.
Editor : Hendra Junaedi