JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Sejumlah artis ternama terlibat dalam pembuatan film Lafran. Film ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia.
Berikut adalah daftar pemeran utama dalam film ’’Lafran”
Dimas Anggara sebagai Lafran Pane
Dimas Anggara Moeharyoso adalah seorang aktor, model, dan musikus Indonesia. Ia memulai kariernya di dunia hiburan dengan membintangi film televisi (FTV) pada tahun 2009 dan kemudian film layar lebar “Kembang Perawan”.
Pria yang lahir pada 10 September 1988 ini juga dikenal melalui perannya dalam film ’’Cinta Fitri” (2021) dan merupakan suami dari Nadine Chandrawinata.
Mathias Muchus
Mathias Muchus adalah seorang aktor senior Indonesia yang telah berkiprah di dunia hiburan sejak tahun 1980-an.
Ia juga dikenal sebagai penulis lagu dan komponis. Mathias Muchus populer karena karyanya yang serba bisa di berbagai film dan serial televisi. Ia menikah dengan produser film Mira Lesmana pada tahun 1990 dan memiliki dua orang putra.
Artis lainnya yang berperan dalam film ini adalah Ariyo Wahab, Lala Karmela, Alfie Alfandi, Ratna Riantiarno, Farandika, dan Nabil Lunggana.
Film ini bercerita tentang Lafran yang ditinggalkan oleh dua perempuan paling dekat dalam hidupnya sejak masih kecil.
Saat Laftan berusia 2 tahun, ibunya meninggal dunia. Selang beberapa tahun kemudian neneknya juga menyusul atau meninggal dunia.
Kehilangan dua sosok perempuan terdekat dalam hidupnya membuat Lafran jadi kurang pengasuhan.
Ayahnya, Sutan Pangurabaan, tokoh pergerakan di Sumatera Utara, terlalu sering berpergian hingga Lafran harus ditinggal bersama kakaknya.
Di usianya yang masih kecil, Lafran menjadi pemberontak atas kondisi ketidakadian yang menuntut dia harus pindah ke berbagai sekolah. Lafran bahkan sempat menjadi petinju jalanan.
Kakaknya, Sanusi dan Armijn Pane, yang mendorong Lafran supaya energi pemberontaknya diubah ke dalam bentuk karya. Perjalanan Lafran dari Tapanuli Selatan ke Jakarta hingga Jogjakarta mewarnai perubahan cara pandangnya dalam berjuang.
Idealismenya menguat, prinsip hidup harus ditegakkan menjadikan Lafran Pane punya visi besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia..
Saat pendudukan Jepang, Lafran sempat ditahan karena membela para peternak sapi. Dia kemudian dibebaskan setelah ayahnya menebus dengan menyerahkan bus Sibual-buali kepada tentara Jepang.
Sejak itu, Lafran begitu antusias terlibat dalam berbagai arus gerakan kemerdekaan, termasuk para pemuda yang mendorong Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI.
Semasa kuliah di Jogjakarta, Lafran gelisah melihat kaum muslim terpelajar yang terlalu larut dalam pemikiran sekuler. Mereka sering melupakan ibadah utama. Maka, muncul kemudian gagasan untuk dia mendirikan HMI sebagai wadah untuk berjuang dalam bingkai keislaman dan keindonesiaan.
Mewujudkan hal itu tentu bukan perkara mudah mengingat arus politik aliran pada saat itu sangat kencang. Keberadaan HMI ditentang oleh organisasi Islam yang sudah ada. Belum lagi adanya resistensi dari gerakan kelompok sosialis.
Dari semua pertentangan dan gesekan yang dihadapi, Lafran punya tekad dan niat yang bulat serta hati yang mantap untuk mewujudkan visi panjangnya tentang keislaman dan keindonesiaan yang sejuk, damai, indah, dan menyatukan. (-)
Editor : Imron Arlado