Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Yuk Simak! Makna Hari Raya Waisak Bagi Umat Buddha

Imron Arlado • Kamis, 23 Mei 2024 | 00:36 WIB
AIR MAWAR: Umat mengusap bagian kepala patung Buddha saat prosesi pensucian sebelum perayaan Waisak di Maha Vihara Majapahit Trowulan, Rabu (15/5).
AIR MAWAR: Umat mengusap bagian kepala patung Buddha saat prosesi pensucian sebelum perayaan Waisak di Maha Vihara Majapahit Trowulan, Rabu (15/5).

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Hari Raya Waisak atau disebut dengan Tri Suci Waisak adalah hari kebesaran umat Buddha diperingati 23 Mei.

Peringatan hari besar ini menyimpan tiga peristiwa penting yang berkaitan dengan Buddha Gautama.

Ketiga peristiwa tersebut yaitu kelahiran Pangeran Siddharta, pertapaan Pangeran Siddharta menjadi buddha, dan wafatnya Buddha Gautama Parinibbana.

Selain dijadikan sebagai hari raya,  waisak mempunyai makna sendiri sebagai sebuah festival yang digunakan untuk menyambut Buddha Gautama.

Hari raya ini mengandung berbagai macam nasihat dan juga tradisi yang sering dilakukan.

Khususnya untuk Pangeran Siddharta Gautama dalam perjalanan spiritualnya.

Perlu diketahui bahwasa Buddha Gautama merupakan pendiri ajaran Buddha.

Peristiwa pertama yang berkaitan dengan lahirnya Pangeran Siddharta atau dikenal Buddha Gautama, pada 623 SM di Taman Lumbini.

Menurut catatan sejarah, Taman Lumbini berada di perbatasan Nepal dan juga india, tepatnya berada di Kapilavastu.

Tempat tersebut merupakan tempat lahirnya pangeran Siddharta dari rahim Ratu Mayadevi.

Kemudian peristiwa diangkatnya Pangeran Siddhartha menjadi Buddha Gautama.

Pengangkatan tersebut dilaksanakan saat usia Pangeran Siddhartha 35 tahun, yang sudah memperoleh penerangan agung.

Peristiwa tersebut terjadi pada 588 SM, saat Pangeran Siddhartha bertapa di Bodh Gaya yang merupakan kota di India.

Peristiwa ketiga yang tercatat, adalah berkaitan dengan wafatnya Buddha Gautama pada 543 SM, saat menginjak usia 80 tahun.

Buddha Gautama wafat di negara bagian Uttar Pradesh, India. Tepatnya di Kusinara, yang saat ini dikenal dengan Kushinagar.

Dari tiga peristiwa tersebut, ada pesan yang disampaikan untuk seluruh umat. Terutama dengan diadakannya Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 BE, mengenai sebuah perbedaan.

Sebuah perbedaan yang selalu ada dalam berbagai hal, bukanlah sesuatu yang perlu untuk diperdebatkan.

Perbedaan lebih baik dianggap sebagai salah satu bentuk keberagaman, sehingga dapat memberikan semangat untuk memperkuat satu dengan yang lain.  (Novita Ainiyyatuz Zakiyyah)

 

Editor : Imron Arlado
#hari raya waisak #mojokerto #Waisak 2024 #23 mei hari apa