Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hari Pers Nasional 2024, Koran Jadi Barometer Eksistensi Seni Budaya

Martda Vadetya • Jumat, 9 Februari 2024 | 16:50 WIB

SENI: Ki Priyok ketika berekspresi dalam media lukisan.
SENI: Ki Priyok ketika berekspresi dalam media lukisan.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Media massa dinilai punya peran penting dalam melestarikan seni dan budaya.

Dengan konsisten mengekspos seluk beluk aktivitas seni, budaya maupun sejarah di daerah, menjadi salah satu langkah konkretnya. Sehingga bisa tersosialisasikan dan terakses khalayak luas.

Seperti yang diutarakan Ketua Aliansi Seni Rupa Mojokerto (ASRM), Priyok Dinasti. Menurutnya, pers turut memiliki tanggung jawab moral akan keberlangsungan beragam jenis kesenian hingga budaya di setiap daerah.

Baik seni teater maupun seni rupa. Lantaran media massa dinilai mampu menyuguhkan geliat kesenian dan budaya di daerah ke seantero negeri.

’’Jadi, aktivitas maupun karya seni di daerah bisa diekspos ke tingkat nasional. Dan sekaligus menjadi barometer eksistensi seni dan budaya di daerah masing-masing,’’ ungkap pelukis aliran ekspresionisme ini.

Tereksposnya sebuah karya seni di media massa, lanjut Priyok, menjadi bagian penting bagi berprosesnya para seniman.

’’Secara langsung maupun tidak, karya mereka juga diabadikan (lewat karya jurnalistik). Terutama media cetak yang ada wujud fisiknya,’’ beber pria parobaya ini.

Di antaranya, seperti yang pernah dilakoni lebih dari 50 anggota ASRM pada Januari 2022 lalu. Puluhan pelukis berkolaborasi dengan Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) lewat ajang Jenggelek Tangi Melek #7.

Priyok mengatakan, selain itu media massa juga berperan dalam menentukan nasib para pelaku seni dan budaya lewat kebijakan yang diambil pemerintah.

Terutama, kebijakan yang mendorong para pelaku seni dan budaya untuk terus eksis berkarya.

’’Dari situ semestinya pemerintah bisa memperhatikan dan mendukung keberlangsungan para pelaku seni di daerah,’’ tutur pria dua putri ini.

Ia berharap, setiap media massa konsisten mengekspos perkembangan seni, budaya yang ada di daerah, terutama Mojokerto.

Sehingga, seni dan budaya di Bumi Majapahit punya nafas yang lebih panjang.

’’Karena karya jurnalistik pers tentang seni, budaya, peninggalan sejarah, bisa dibuat rujukan pembaca. Termasuk bagi para seniman untuk mendapat inspirasi konsep seninya dari literasi,’’ tandas Ki Priyok. (vad/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#koran #surat kabar #2024 #barometer #hari pers nasional