Salah satunya, ia ngobrol santai dengan anak-anak muda dan warga Bali di Muntiq Siokan, Sanur, Bali.
Dalam kesempatan tersebut, masing-masing anak muda dan masyarakat Bali menyampaikan keluh kesahnya kepada Ganjar.
Ada yang membahas partisipasi politik kaum perempuan, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.
Sedangkan Ganjar, lebih banyak mendengarkan, memberikan kritik, saran, dan masukan untuk mereka.
Beberapa kali, Ganjar menjawab pertanyaan yang diajukan masyarakat dengan tenang dan gamblang.
Ia menilai jawaban yang diberikannya bukan hanya teori, tetapi juga praktik sukses yang diterapkannya ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah dalam dua periode.
Jawaban yang disampaikan Ganjar ternyata mendapat apresiasi dari masyarakat.
Para anak muda di Bali sangat puas dan senang bisa bercengkrama dengan Ganjar Pranowo, terlebih lagi, poin-poin yang disampaikan juga memberikan harapan dan mampu menghapus kegelisahan mengenai masa depan Indonesia.
"Tentu kami sangat senang. Ada seorang pemimpin yang mau mendatangi kami. Itu membuktikan kalau Pak Ganjar sosok pemimpin yang mau mendengarkan," ujar Kak Onyot, pria yang terkenal melalui stand up comedy di acara Somasi.
Dia menegaskan, Ganjar mampu menjawab berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.
Jawaban yang diberikan juga sangat realistis dan masuk akal.
"Semua statemen yang dikeluarkan memberikan solusi. Apa yang disampaikan teman-teman semuanya terjawab dengan solusi dan bukti nyata," lanjutnya.
Hal senada disampaikan oleh Adinda Paramitha, anak muda Bali lainnya.
Mahasiswi Universitas Udayana Bali mengatakan, pertemuan antara anak muda dengan Ganjar merupakan hal yang sangat menggembirakan.
"Banyak curhat tentang kegelisahan kita sebagai anak muda. Jawabannya sangat memuaskan. Pak Ganjar memang benar-benar pemimpin yang asyik, mau mendengarkan kami," ungkap Adinda.
Hanya saja, menurut Adinda, acara ngobrol santai tersebut berlangsung hanya beberapa jam saja.
Dia berharap ada banyak kesempatan anak muda bisa ngobrol dengan calon pemimpin lebih lama.
"Harapannya kita bisa lebih lama ngobrol dengan Pak Ganjar, membahas banyak hal dan lebih puas," tukasnya.
Sementara itu, Ganjar Pranowo mengatakan, kekuatan generasi milenial dan generasi Z di Indonesia dan Bali harus diperhitungkan.
Populasi anak muda di Bali mencapai 44 persen dan di Indonesia 53 persen. Mayoritas mereka aktif di bidang seni, olahraga, budaya kreatif, dan digital.
"Potensi generasi muda cukup tinggi. Artinya, jika bisa berkomunikasi dengan mereka dan lebih banyak mendengarkan pikiran mereka, saya kira ini akan menjadi masukan yang menarik,” jelasnya. (*/fen)
Editor : Fendy Hermansyah