Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jamaah Haji Asal Mojokerto Habiskan Waktu di Masjidil Haram

Fendy Hermansyah • Sabtu, 22 Juli 2023 | 12:25 WIB

ibadah haji tahun lalu
ibadah haji tahun lalu
SISA dua hari di Makkah terus dimanfaatkan jamaah haji Kota dan Kabupaten Mojokerto dengan beribadah wajib dan sunah di Masjidil Haram.

Selain melaksanakan umrah sunah, jamaah juga banyak menghabiskan waktu dengan bermunajat dan melantunkan Alquran jelang bergeser ke Madinah, Senin (24/7) besok.

Khususnya bagi jamaah pria yang memiliki banyak energi untuk tawaf dan sai sebagai rukun dan wajib umrah. Bahkan, beberapa jamaah setia mengikuti setiap agenda dan momentum di Masjid. Seperti salat jumat, salat jenazah saat ada jamaah meninggal dunia hingga momentum pergantian kiswah beberapa waktu lalu.

Seolah mereka tak ingin terlewat sedetik atau sejengkal pun mengikuti ritual ibadah di tempat tersuci bagi umat islam itu.

’’Sebagian besar jamaah dewasa masih giat umrah sunah. Tadi (kemarin, Red) juga sekalian dengan salat jumat terakhir di Masjidil Haram,’’ terang Kasi penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, M. Zainut Tamam.

Diakui Tamam, sisa waktu dua hari jelang bergeser ke Madinah membuat jamaah enggan meninggalkan Kota tersuci bagi umat muslim itu. Apalagi, 1.175 jamaah kini sudah sebulan berada Makkah.

Artinya, jamaah sudah sangat beradaptasi dengan cuaca maupun budaya masyarakat sekitar, sehingga mereka seolah betah berlama-lama di sana.

’’Alhamdulillah, sejauh ini jamaah sudah sehat semuanya. Serangan batuk dan flu juga sudah tidak ada lagi,’’ imbuhnya.

Jamaah yang tergabung di kloter 81, 82, 83, 84, dan 85 ini dijadwalkan akan bergeser ke Kota Madinah Senin (24/7) besok. Di kota tujuan hijrah Nabi Muhammad SAW ini, jamaah akan melaksanakan ibadah Arbain.

Atau salat wajib sebanyak 41 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi. Namun sebelum itu, jamaah masih harus melaksanakan satu kali ritual wajib sebelum meninggalkan Makkah al-Mukarramah, yakni tawaf wada, atau tawaf perpisahan. Nah, untuk bisa melaksanakan ritual itu, jamaah dibagi menjadi dua golongan.

Mulai dari jamaah lansia yang dianjurkan melaksanakan tawaf dua hari sebelum ke Madinah, atau sore ini. Sementara jamaah dewasa dianjurkan melaksanakan pada hari Minggu malam. Pembagian ini agar prosesi tawaf berjalan lancar dan tidak mengganggu waktu perpindahan yang dijadwalkan mulai Senin (24/7) pagi.

’’Tawaf wada kami jadwalkan minggu malam. Karena jadwal ke Madinah kemungkinan besar hari senin pagi. Kalau untuk jamaah lansia, kami sarankan pada hari sabtu sore dengan memakai jasa dorong kursi roda,’’ pungkasnya. (far/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#haji #makkah #ibadah #jamaah #mojokerto #tanah suci #2023 #masjidilharam