Termasuk mendekat ke Ka’bah sebagai momentum tepat dalam memanjatkan doa khusus kepada Allah SWT di tempat mustajab. Momentum ini diupayakan setelah volume jamaah di Masjidil Haram berangsur-angsur longgar pasca puncak haji berakhir.
Ketua kloter 84, M. Adib saat dikonfirmasi mengatakan, 156 jamaah asal Kota Mojokerto tak henti-hentinya melaksanakan ibadah wajib dan sunnah di Masjidil Haram. Hampir setiap hari mereka berbondong-bondong mendatangi Masjidil Haram sejak subuh hingga isya.
Bahkan beberapa jamaah sampai berjam-jam di tempat tersuci umat Islam tersebut. Selain melaksanakan salat wajib, jamaah juga menyempatkan diri tawaf atau mengelilingi Kakbah sebagai rangkaian umrah sunah.
’’Untuk umrah sunah memang tidak dibatasi, jamaah boleh melaksanakan setiap hari asal tetap memperhatikan kondisi fisiknya,’’ ujarnya. Tak sekadar tawaf biasa, jamaah juga menyempatkan diri mendekat ke multazam atau dinding Ka’bah yang ada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.
Tempat ini diyakini umat Islam sebagai tempat yang mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Begitu keistimewaannya, tak heran tempat ini banyak diburu ribuan jamaah haji hingga mereka rela berdesak-desakan untuk bisa menempati multazam.
Karena musim haji telah berakhir, jamaah Kota Mojokerto pun turut memberanikan diri mendekat ke Multazam. Menurunnya volume jamaah menjadi momentum yang tepat untuk jamaah kota mendekat untuk bisa menjadi tamu Allah yang paling istimewa.
Tak sekadar berdoa, beberapa jamaah bahkan terharu hingga menangis setelah mampu menginjakkan di lokasi istimewa itu.
’’Sangat longgar meskipun juga tetap berdesak-desakan. Kami sarankan berdoa di Multazam ini untuk jamaah yang masih kuat dan muda, sementara yang lansia tidak kami sarankan. Bisa membaca doa dari kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi,’’ ucap pembimbing haji kloter 84, M Badri.
Usai tawaf dan berdoa, jamaah juga disunahkan membaca Alquran. Hal ini karena tawaf merupakan tempatnya zikir, sedangkan zikir yang paling utama adalah membaca Alquran. ’’Setelah berdoa di Multazam, dilanjutkan membaca tartil Alquran dan berzikir sebelum diakhiri dengan salat sunah dan kembali ke hotel,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah