Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jamaah Haji Asal Mojokerto Manfaatkan Waktu Mendekat ke Kakbah

Fendy Hermansyah • Selasa, 18 Juli 2023 | 12:15 WIB

KHUSYUK: Jamaah haji kloter 84 menyempatkan diri mendekat ke Multazam sebagai tempat paling mustajab dalam memanjatkan doa.
KHUSYUK: Jamaah haji kloter 84 menyempatkan diri mendekat ke Multazam sebagai tempat paling mustajab dalam memanjatkan doa.
WAKTU tersisa15 hari terus dimanfaatkan 1.175 jamaah haji Kota dan Kabupaten Mojokerto. Mereka bisa dengan leluasa beribadah di dua kota di Tanah Suci.

Termasuk mendekat ke Ka’bah sebagai momentum tepat dalam memanjatkan doa khusus kepada Allah SWT di tempat mustajab. Momentum ini diupayakan setelah volume jamaah di Masjidil Haram berangsur-angsur longgar pasca puncak haji berakhir.

Ketua kloter 84, M. Adib saat dikonfirmasi mengatakan, 156 jamaah asal Kota Mojokerto tak henti-hentinya melaksanakan ibadah wajib dan sunnah di Masjidil Haram. Hampir setiap hari mereka berbondong-bondong mendatangi Masjidil Haram sejak subuh hingga isya.

Bahkan beberapa jamaah sampai berjam-jam di tempat tersuci umat Islam tersebut. Selain melaksanakan salat wajib, jamaah juga menyempatkan diri tawaf atau mengelilingi Kakbah sebagai rangkaian umrah sunah.

’’Untuk umrah sunah memang tidak dibatasi, jamaah boleh melaksanakan setiap hari asal tetap memperhatikan kondisi fisiknya,’’ ujarnya. Tak sekadar tawaf biasa, jamaah juga menyempatkan diri mendekat ke multazam atau dinding Ka’bah yang ada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.

Tempat ini diyakini umat Islam sebagai tempat yang mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Begitu keistimewaannya, tak heran tempat ini banyak diburu ribuan jamaah haji hingga mereka rela berdesak-desakan untuk bisa menempati multazam.

Karena musim haji telah berakhir, jamaah Kota Mojokerto pun turut memberanikan diri mendekat ke Multazam. Menurunnya volume jamaah menjadi momentum yang tepat untuk jamaah kota mendekat untuk bisa menjadi tamu Allah yang paling istimewa.

Tak sekadar berdoa, beberapa jamaah bahkan terharu hingga menangis setelah mampu menginjakkan di lokasi istimewa itu.

’’Sangat longgar meskipun juga tetap berdesak-desakan. Kami sarankan berdoa di Multazam ini untuk jamaah yang masih kuat dan muda, sementara yang lansia tidak kami sarankan. Bisa membaca doa dari kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi,’’ ucap pembimbing haji kloter 84, M Badri.

Usai tawaf dan berdoa, jamaah juga disunahkan membaca Alquran. Hal ini karena tawaf merupakan tempatnya zikir, sedangkan zikir yang paling utama adalah membaca Alquran. ’’Setelah berdoa di Multazam, dilanjutkan membaca tartil Alquran dan berzikir sebelum diakhiri dengan salat sunah dan kembali ke hotel,’’ pungkasnya. (far/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#kota #haji #Asal #kabupaten #makkah #mendekati #ibadah #kakbah #jamaah #mojokerto #tanah suci