Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sebagian Jamaah Haji Asal Mojokerto Pilih Mengawali Tawaf

Fendy Hermansyah • Minggu, 2 Juli 2023 | 12:20 WIB

TERUS SEMANGAT: Jamaah haji Kabupaten Mojokerto kloter 81 memanfaatkan waktu dengan beribadah wajib dan sunah di lorong hotel sebelum melakoni tawaf ifadah dan sai hari ini.
TERUS SEMANGAT: Jamaah haji Kabupaten Mojokerto kloter 81 memanfaatkan waktu dengan beribadah wajib dan sunah di lorong hotel sebelum melakoni tawaf ifadah dan sai hari ini.
TAWAF ifadah dan sai sebagai rukun dan wajib haji terakhir telah dijalani sebagian rombongan haji Kabupaten Mojokerto. Khususnya 50 jamaah kloter 81 embarkasi Surabaya (SUB) yang telah menjalani tawaf di Masjidilharam dan sai di sepanjang Shafa-Marwah, Jumat (30/6) malam Waktu Arab Saudi (WAS). Pilihan mendahului rukun terakhir ini untuk mengantisipasi waktu berhalangan ibadah, khususnya bagi jamaah perempuan.

Ratusan jamaah tersebut bahkan menyewa taksi dengan biaya mandiri untuk bisa pergi ke Masjidilharam. Lantaran, bus salawat sebagai transportasi gratis bagi jamaah Indonesia belum beroperasi penuh pascapelaksanaan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), 26-30 Juni lalu. Selain tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, mereka juga turut menjalankan sai atau lari-lari kecil bolak-balik sebanyak tujuh kali antara Shafa-Marwah.

Setelah itu, mereka juga melaksanakan tahalul sebagai simbol tuntasnya prosesi rukun dan wajib haji. ’’Alhamdulillah sudah tuntas, dan lancar serta sehat semua jamaah,’’ terang pembimbing haji dari KBIHU Annamiroh, Bagoes Awaludin kemarin. Meski demikian, sebagian besar jamaah tetap berpatokan pada himbauan kemenag untuk melaksanakan tawaf ifadah dan sai setelah hari tasyrik atau mulai 14 Zulhijah, terhitung hari ini.

Imbauan itu untuk menghindari situasi crowded di Masjidilharam. Khususnya bagi jamaah lansia yang dikhawatirkan tersesat atau terkendala fisik saat berdesak-desakan selama prosesi tawaf dan sai. Sehingga, waktu pelaksanaan perlu diseleksi kembali agar prosesi haji tetap bisa berjalan lancar dan aman.

’’Yang jamaah yang sudah mendahului tawaf dan sai, juga tidak ada masalah. Karena memang tujuannya untuk mengantisipasi agar tidak berhalangan haid bagi jamaah perempuan. Namun untuk jamaah lain, sesuai imbauan pemerintah saja, yakni melaksanakan tawaf dan sai mulai besok (hari ini, Red),’’ terang Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, M. Zainut Tamam.

Saat ini, sebagian besar jamaah di kloter 81, 82, 83, 84, dan 85 masih berada di hotel usai lempar jamrah di Mina. Selain istirahat, jamaah juga memanfaatkan waktu luangnya untuk beribadah sunah dan wajib secara berjamaah, mulai salat duha, istigasah, zikir dan khotmil Al-Qur’an. Cara ini sekaligus untuk menjaga kesehatan fisik jamaah usai berjuang di Armuzna selama lima hari kemarin. ’’Selain ibadah sunah dan wajib, beberapa jamaah juga dicek kesehatannya oleh petugas dari Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI),’’ pungkasnya. (far/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#mina #rukun #Majapahit #haji #ibadah #jamaah #marwah #mojokerto #tanah suci #shafa aliya #tawaf