Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Lima Jam, Jamaah Haji Menunggu Bus Penjemput di Muzdalifah

Fendy Hermansyah • Rabu, 28 Juni 2023 | 22:28 WIB

PANAS DAN KELELAHAN: Jemaah haji menunggu penjemputan bus di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Rabu (28/6) pukul 08.00 WAS.
PANAS DAN KELELAHAN: Jemaah haji menunggu penjemputan bus di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Rabu (28/6) pukul 08.00 WAS.
MAKKAH - Ratusan ribu jamaah haji Indonesia dikabarkan masih berada di kawasan salter bus penjemputan di Muzdalifah usai menjalani prosesi wukuf di Arafah. Menyusul, hingga Rabu (28/6) pukul 08.00 Waktu Arab Saudi (WAS), mereka tak kunjung mendapat kepastian perihal penjemputan bus. Padahal, mereka sudah menunggu sejak dari pukul 03.00 WAS. Dengan demikian, jamaah haji masih menunggu di kawasan Muzdalifah meski dengan kondisi kelelahan.

Hal itu disampaikan langsung Miftahuddin, jamaah haji asal Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Rabu (28/6). ”Masih menunggu bus,” katanya melalui rekaman video yang dikirimkan kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 24 detik tersebut, Miftahuddin menjelaskan, saat ini jamaah masih bersabar menunggu kepastian kapan mereka akan mendapat jatah bus penjemputan yang mengantarkan ke Mina. ”Sudah menunggu sejak pukul 03.00 sampai jam 08.00 WAS,” imbuhnya.

Jamaah, lanjut dia, sekarang hanya bisa pasrah sembari tiduran dan duduk-duduk di kawasan Muzdalifah. Dalam video tersebut juga tampak sebagian jamaah lainnya memilih berdiri berjajar antarregu dan kelompok di tepi jalan. Meski di depan jamaah telah berjajar deretan bus, namun belum diketahui, apakah bus tersebut memang disiapkan bagi jamaah haji Indonesia atau sekadar diparkir. ”Saat ini masih, menunggu dengan sabar,” imbuhnya singkat.

Mengutip keterangan resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI tentang pengaturan pergerakan jamaah haji selama di Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina), pada 9 Zulhijjah, jamaah bakal diboyong dari Arafah menuju Muzdalifah sekitar pukul 19.00-01.00 WAS. Rencananya, jamaah haji Indonesia diangkut menggunakan 7-9 bus per maktab atau setara 7 kali penjemputan (1 bus berkapasitas 47 seat).

Jadwal berikutnya jamaah diarahkan dari Muzdalifah menuju Mina pada 9-10 Zulhijah. Jamaah akan melakukan serangkaian lempar jumrah dan Jamarat (Mina). Untuk pelaksanaan nafar awal Kemenag RI menjadwalkan pada 12 Zulhijah. Sementara pelaksanaan nafar tsani pada 13 Zulhijah.
”Ada 7 sampai 9 bus yang disiapkan per maktab dalam proses pergerakan ini. Armada dikurangi karena jarak Arafah ke Muzdalifah lebih dekat dan untuk menghindari kemacetan,” jelas Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Subhan Cholid, dilansir dari website resmi Kemenag RI.

Dia menjelaskan, setiap bus akan berputar (shuttle atau taraddudi) sebanyak tujuh kali untuk menjemput jamaah di Arafah, dan mengantarkan ke Muzdalifah. Pada 9 Zulhijah sekitar pukul 23.00 WAS, jamaah haji Indonesia secara bertahap diberangkatkan menuju Mina. Pada rute ini, setiap maktab menyiapkan 5 armada bus yang akan berputar, masing-masing sebanyak delapan kali.

”PPIH akan berusaha maksimal agar seluruh jamaah sudah meninggalkan Muzdalifah sebelum cuaca panas,” jelas Subhan. Selama berada di Mina, jamaah akan tinggal selama beberapa hari untuk kemudian diberangkatkan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. (ris)

Editor : Fendy Hermansyah
#haji #Penjemput #lima jam #jamaah #muzdalifah #arab saudi #mojokerto