Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Fakta Baru! Kebakaran di Lereng Arjuno-Welirang Imbas Perburuan Hewan Liar

Fendy Hermansyah • Minggu, 4 Juni 2023 | 00:44 WIB
Lokasi
Lokasi
MALANG - Kejadian kebakaran hutan yang terjadi beberapa waktu lalu di lereng Gunung Arjuno dan Welirang jadi atensi pihak terkait. Lantaran, disinyalir kuat kejadian yang bisa berdampak luas itu diduga akibat aktivitas perburuan hewan liar.

Demikian dikatakan Unit Pengelola Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Instansi pengelola kawasan hutan lindung tersebut menyatakan bahwa kebakaran yang terjadi kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur beberapa waktu lalu akibat aktivitas perburuan liar.

Kepala Tahura Raden Soerjo, Ahmad Wahyudi, di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat mengatakan bahwa kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang tersebut sengaja dilakukan oleh para pemburu liar untuk mempermudah aktivitas perburuan satwa di kawasan. "Indikasinya perburuan liar, jadi sengaja dibakar," kata Wahyudi.

Ia menjelaskan pembakaran tersebut sengaja dilakukan untuk mempermudah aktivitas perburuan liar satwa yang ada di kawasan itu. Dengan adanya pembakaran itu, maka satwa-satwa akan terlokalisasi sehingga memudahkan para pemburu liar itu. Menurutnya, petugas Tahura Raden Soerjo menemukan bekas "base camp" yang dipergunakan para pemburu liar tersebut. Bukti-bukti tersebut menguatkan dugaan bahwa kebakaran yang menghanguskan area seluas 58 hektare tersebut akibat aktivitas pemburu liar. "Ada bukti berupa bekas base camp yang dipergunakan pemburu liar tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan, petugas Tahura Raden Soerjo bersama petugas kepolisian sesungguhnya telah memperkuat upaya patroli di kawasan itu. Namun, para pemburu liar tersebut seringkali berhasil mengelabui petugas. "Patroli terus kami lakukan bersama kepolisian," kata Ahmad Wahyudi .

Tahura Raden Soerjo merupakan rumah bagi sejumlah satwa di antaranya adalah monyet ekor panjang, elang Jawa, kera hitam, landak, ular sawah, ayam hutan, kutilang, tupai, alap-alap jambul, dan alap-alap tikus atau putih. Berdasarkan data dari Tahura Raden Soerjo, kebakaran terjadi pada dua titik yakni di daerah Gumandar, Gunung Arjuno, Kabupaten Pasuruan, pada Kamis (25/5) dan di lereng gunung Welirang, di kawasan blok Patok Besi, berbatasan daerah Mojokerto-Pasuruan pada (26/5).

Akibat kebakaran itu, Tahura Raden Soerjo sempat menutup jalur pendakian gunung Arjuno-Welirang selama beberapa hari. Setelah kebakaran tersebut padam dan dinyatakan aman, pendakian Arjuno-Welirang kembali dibuka pada 29 Mei 2023. Gunung Arjuno, terletak bersebelahan dengan Gunung Welirang, termasuk Gunung Kembar I, dan Gunung Kembar II. Puncak Gunung Arjuno terletak dalam satu punggungan yang sama dengan puncak Gunung Welirang, dan lebih dikenal sebagai kompleks Arjuno-Welirang.

Gunung Arjuno merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Timur, dengan ketinggian mencapai 3.339 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara untuk Gunung Welirang, memiliki ketinggian 3.156 mdpl. Wilayah Tahura Raden Soerjo, secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Jombang, Kabupaten Pasuruan dan Kota Batu, dengan luas mencapai 27.868,30 hektare, yang terbagi dari Kawasan Hutan Lindung seluas 22.908,3 hektare, dan Kawasan Cagar Alam Arjuno-Lalijiwo (PHPA) seluas 4.960 hektare. Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Pemkot Mojokerto #tahura r soerjo #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #kebakaran #hewan liar #perburuan #trawas #pacet #taman hutan raya #lereng gunung #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mojokerto #kebakaran hutan #welirang #arjuno #soekarno #trowulan #onde-onde