Dalam sambutannya, Ikfina mendorong para wisudawan ini untuk berlomba-lomba mencari pengalaman kerja dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Sehingga, kedepannya para wisudawan dapat menemukan tempat yang baik untuk meniti karier dan meraih prestasi. ’’Seperti tema purnawidya wisuda ke-V, ’’Melangkah Pasti, Meraih Mimpi, Menggapai Prestasi’’, jadi di ujungnya menggapai prestasi harus ada mimpi. Tetapi mimpi hanya sekadar mimpi kalau tidak ada langkah yang pasti, maka langkah pastinya cari pengalaman kerja sebanyak-banyaknya,’’ katanya.
Dia mengimbau, para wisudawan dapat keluar dari zona nyaman. Karena, di beberapa negara sangat membutuhkan tenaga kerja usia produktif, seperti halnya Jepang. Hal ini, dapat menjadi peluang bagi lulusan yang tersebar di jurusan farmasi klinis dan komunitas, jurusan teknik elektronika industri dan jurusan teknik permesinan supaya bisa berkarier di luar negeri dan menjadi pendukung pengurangan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia. ”Ini menjadi efek pada tenaga kerja usia produktif, maka kita harus berani keluar dari zona nyaman dan sekarang ini mengambil kesempatannya yang berbeda dan tidak mengikuti yang kemarin-kemarin,’’ tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah I Kemlagi Maksum Efendy mengaku bangga dan bersyukur. Lantaran, dari 138 siswa yang mengikuti wisuda tersebut, ada dua siswa yang lolos jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk melanjutkan pendidikannya di Politeknik Negeri Malang (Polinema) dan Universitas Trunojoyo Madura. Di samping itu, 40 siswa yang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) untuk mengikuti seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Dia menambahkan, ada beberapa siswa yang sebelum lulus sudah diterima di PT. Ajinomoto Indonesia yang berlokasi di Tangerang. Kemudian, Agustus lalu, SMK Muhammadiyah I Kemlagi akan memberangkatkan lima siswanya untuk bekerja di Jepang selama tiga tahun dengan kisaran upah yang diterima sebesar 15-17 juta.
”Ini membuka pola pikir kita bahwa pekerjaan tidak hanya di lingkungan sekitar, tetapi di luar masih banyak. Sehingga, SMK Muhammadiyah I Kemlagi merupakan salah satu sekolah yang menjadi pekerja migran yang akan dikirim ke beberapa negara seperti Jepang, Australia, Malaysia, dan beberapa negara lainnya. Oleh karena itu, mohon doa restu untuk lembaga kami. Kami ingin berkembang, ingin maju dan kami siap mengemban amanah yang diberikan oleh masyarakat Kemlagi dan terlebih Kabupaten Mojokerto,’’ tandasnya.
Pelaksanaan wisuda ke-V SMK Muhammadiyah I Kemlagi ini, turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Trisilo Budi Prasetyo, Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Mojokerto Samsul Arifin, serta Forkopimca Kemlagi. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah