Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

BSI Duga Ada Teror Siber yang Sebabkan Layanan Perbankan Bermasalah

Fendy Hermansyah • Jumat, 12 Mei 2023 | 06:54 WIB
Direktur Utama BSI Hery Gunardi (ketiga dari kanan) dalam Konferensi Pers Update Layanan BSI di Jakarta, Kamis (11/05/2023). (ANTARA/Agatha Olivia Victoria)
Direktur Utama BSI Hery Gunardi (ketiga dari kanan) dalam Konferensi Pers Update Layanan BSI di Jakarta, Kamis (11/05/2023). (ANTARA/Agatha Olivia Victoria)
JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menduga terdapat serangan siber yang menyebabkan layanan perbankan BSI bermasalah beberapa hari terakhir, sehingga perseroan perlu melakukan evaluasi dan temporary switch off beberapa saluran untuk memastikan keamanan sistem.

"Terkait dugaan serangan siber, pada dasarnya perlu pembuktian lebih lanjut melalui audit dan digital forensik," ucap Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam Konferensi Pers Update Layanan BSI di Jakarta, Kamis. Kendati demikian, ia memastikan data dan dana nasabah berada dalam kondisi aman lantaran kedua hal tersebut merupakan prioritas utama BSI saat terdapat permasalahan.

Merujuk data Google, serangan siber dalam 90 hari terakhir mencapai 807 ribu, dengan rata-rata 9.000 sampai 10 ribu serangan per hari ke berbagai lembaga, tak hanya lembaga keuangan. Maka dari itu seiring berkembang pesatnya teknologi serta kebutuhan nasabah untuk produk keuangan digital, BSI menyadari perlunya peningkatan risiko keamanan termasuk keamanan siber.

Hery menyebutkan peningkatan keamanan siber perseroan dilakukan sesuai dengan standar keamanan regulator, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Dalam penyelenggaraan keamanan siber dan perlindungan data nasabah, BSI selalu mematuhi regulasi yang berlaku sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi," tegasnya.

Ia menjelaskan sebanyak 96 persen sampai 97 persen transaksi keuangan di BSI sudah dilakukan melalui saluran Information Technology (IT), baik anjungan tunai mandiri (ATM), internet banking, dan mobile banking. Dengan begitu, perseroan harus mencurahkan tenaga dan alokasi anggaran yang cukup untuk pengembangan teknologi, baik perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), aplikasi, dan media digital.

Pada tahun 2022, belanja modal (capital expenditure/capex) untuk IT BSI mencapai Rp280 miliar, sedangkan pada tahun 2023 meningkat menjadi Rp580 miliar. "Tahun ini lompatan belanjanya sangat besar sebagai upaya kami untuk terus menjaga, mengembangkan, mendorong agar teknologi kami semakin solid, maju, dan modern," ujar Hery menambahkan. (*/antaranews.com) Editor : Fendy Hermansyah
#tol mojokerto #kabupaten mojokerto #Majapahit #pemkab #mojokerto kota #bermasalah #kota onde-onde #perbankan #radar mojokerto #pemkot #BSI #trawas #pacet #sooko #jawa pos radar mojokerto #kerajaan majapahit #wisata mojokerto #kuliner mojokerto #Kota Mojokerto #mojokerto #bank syariah indonesia #soekarno #trowulan #onde-onde