Kepala TK Bina Putra Umi Solichatin S., mengungkapkan, dolanan atau permainan tradisional memiliki pengaruh tersendiri jika diterapkan dalam dunia pendidikan. Utamanya di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) yang notabene kurikulumnya banyak mengandung unsur permainan sebagai sarana belajar anak. ”Jadi penerapan permainan tradisional di TK Bina Putra memiliki manfaat yang sangat banyak. Di samping untuk mencerdaskan anak, juga mampu untuk mengendalikan emosi hingga meningkatkan daya kreativitas anak,” ungkapnya.
Bahkan, beberapa jenis permainan tradisonal juga dapat merangsang kemampuan anak untuk bersosialisasi, melatih kemampuan motorik, meningkatkan fisik anak, melatih bekerja sama, maupun menumbuhkan sifat demokratis. ”Dengan adanya manfaat positif yang ditimbulkan permainan ini tentunya memudahkan anak untuk berkomunikasi dengan teman bahkan dengan warga sekolah,” ulas dia.
Dengan kata lain, ujar Solichatin, melalui permainan tradisional, akan membantu anak mudah bergaul, menyampaikan pendapat, mengutarakan masalah, serta menemukan ide-ide kreatif. ”Anak yang biasa memainkan dolanan tradisional juga akan terbentuk sikap percaya diri dimulai dari masa anak-anak sampai dewasa nantinya,” tuturnya.
Sekolah yang berada di Jalan Empunala, Nomor 306 B, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari ini menerapkan berbagai jenis permainan tradisional pada anak didik. Antara lain lompat tali, kelereng, egrang, petak umpet, gasing, engklek atau sondah, ular naga, congklak, benteng, dan lain sebagainya.
Berbeda dengan permainan modern, dolanan tradisional tidak memiliki dampak negatif meski dimainkan dengan waktu yang terlalu lama. Selain itu, permainan tradisional juga tidak bisa dilakukan sendiri. Rata-rata dimainkan secara berkelompok dengan jumlah pemain paling sedikit dua anak.
Sehingga, imbuh Solichatin, dengan memainkan permainan tradisional, secara tidak langsung mampu melatih anak dalam berkomunikasi, bergaul, berkerja sama, berkompetisi dengan teman sebayanya. ”Permainan tradisional juga banyak melibatkan lingkungan alam sekitar sehingga anak-anak dapat mengenal lingkungan,” tandas dia. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah