KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh sekolah demi mewujudkan generasi siswa yang memiliki toleransi tinggi. Salah satunya lewat pawai budaya yang digelar oleh SDK Wijana Sejati Kota Mojokerto.
Giat pawai budaya itu diikuti seluruh siswa SDK Wijana Sejati Kota Mojokerto dengan titik start dari Kelenteng TITD Hok Sian Kiong, kemarin pagi (4/2). Didampingi oleh sebagian wali murid, mereka mengenakan busana berwarna merah yang identik dengan perayaan Imlek. Beberapa murid juga menggunakan pakaian adat tradisional untuk menjunjung keberagaman budaya di Indonesia. Keberangkatan pawai yang diikuti sebanyak 450 siswa itu ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala SDK Wijana Sejati Sr. Veronique Marie. ’’Hari ini (kemarin) sungguh bersyukur dan bersukacita bisa merayakan Imlek dan Valentine. Wujud syukur itu nyata itu kita wujudkan melalui kegiatan pawai ini,’’ ujarnya.
Selain menampilkan beragam kostum unik, pawai tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan barongsai dan Liang Liong. Rute pawai tersebut melalui Jalan Residen Pamuji, Jalan Gajah Mada, Jalan Pemuda dan berakhir di SDK Wijana Sejati. ’’Semoga dengan kegiatan ini, anak-anak SDK Wijana Sejati menjadi anak-anak yang hebat. Terbentuknya suka cita dan kehebatan pawai SDK Wijana Sejati ini juga berkat rahmat Tuhan,’’ tuturnya.
Tak berhenti sampai di situ, kegiatan perayaan dilanjutkan di halaman SDK Wijana Sejati Mojokerto. Yakni pertunjukan pentas kreativitas oleh siswa KB-TK Wijana Sejati, sekaligus pengumuman pemenang lomba video TikTok menyambut Imlek. Ada juga lomba mewarnai yang diikuti 200 siswa dari TK se-Kota Mojokerto dan bazar yang turut mewarnai perayaan Imlek sekaligus Hari Kasih Sayang tersebut. ’’Intinya, kami ingin melalui kegiatan ini anak-anak TK maupun SD bisa memahami arti toleransi keberagaman budaya yang ada di Indonesia,’’ tandas Ketua Panitia Pawai Imlek dan Valentine 2023 Frans Hery Suharsono. (oce/fen/adv)
Editor : Fendy Hermansyah