Kepala Dikbud Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada seluruh sekolah agar bekerja sama meningkatkan komunikasi dengan wali murid. Itu bertujuan agar sekolah dan orang tua bisa mengantisipasi isu penculikan yang sedang marak dengan penjemputan anak. ’’Kami imbau kepada sekolah agar memberitahukan wali murid sebisa mungkin anaknya dijemput dan diantar saat ke sekolah sebagai tindak antisipasi,’’ ujarnya.
Amin menambahkan, imbauan ini juga untuk mengurangi kekhawatiran dari kalangan wali murid. Pasalnya, Senin lalu (30/1) satuan pendidikan di kota sempat digemparkan kabar angin tentang penculikan anak yang terjadi di SD Negeri Wates. Namun, setelah ditelisik, laporan tersebut hoaks. ’’Informasi yang beredar di Whatsapp grup, penculikan itu menimpa siswa SDN Wates Kelas 2. Namun setelah diselidiki, itu hanya kabar hoaks,’’ sebutnya.
Dia juga menekankan pada pihak sekolah agar teliti dengan kendaraan antar jemput siswa. Selain itu, para guru dan pihak sekolah juga diharapkan bisa mencegah siswa yang belum dijemput orang tuanya menunggu di luar sekolah.
Dikatakannya, ketika siswa belum dijemput, maka mereka tetap wajib berada di lingkungan sekolah hingga orang tua penjemputnya tiba. ’’Sudah di-share lewat Whatsapp grup juga pemberitahuannya. Agar lebih teliti dan waspada terutama waktu mengantar atau menjemput anak,’’ jelas Amin.
Kepala SD Negeri Kedundung 1 Mochamad Fatoni menuturkan, Dikbud memang mengimbau agar pengamanan siswa lebih diperketat. Menyusul, saat ini marak isu penculikan anak yang terjadi. Ditambah lagi, dengan pesan suara hoaks yang sempat beredar di grup Whatsapp wali murid Senin kemarin (30/1). ’’Setiap penjemputan, siswa disarankan harus antar jemput orangtuanya sendiri. Kalau belum diejmput, ya harus tetap di dalam sekolah dulu sampai penjemputnya atau orang tua datang,’’ tandas dia. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah