Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

SMKN 1 Sooko Mojokerto Menuju SMK Pusat Keunggulan

Fendy Hermansyah • Selasa, 24 Januari 2023 | 11:54 WIB
MOTIVASI: Kepala Cabang Dinas Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, Drs. Trisilo Budi Prasetyo, MM. memberikan arahan sebelum membuka acara workshop di SMKN 1 Sooko, Jumat (27/1).
MOTIVASI: Kepala Cabang Dinas Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, Drs. Trisilo Budi Prasetyo, MM. memberikan arahan sebelum membuka acara workshop di SMKN 1 Sooko, Jumat (27/1).
SEBAGAI salah satu sekolah favorit di Kabupaten Mojokerto, SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto tahun ini ditargetkan menjadikan SMK Pusat Keunggulan (SMK PK). Langkah awal mempersiapkan SMK PK, SMK Negeri 1 Sooko menggelar workshop Perencanaan Berbasis Data dan sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari pada 20-21 Januari lalu. Workshop tersebut diisi sejumlah narasumber dan dibuka Kepala Cabang Dinas Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, Drs. Trisilo Budi Prasetyo, MM. Dalam sambutannya, Trisilo mengungkapkan dibutuhkan sinergi berbagai pihak dalam memajukan pendidikan vokasi, khususnya di Mojokerto. Mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam peningkatan kualitas pendidikan. ’’Lulusan SMK harus mampu BMW (Bekerja, Melanjutkan, atau Berwirausaha),’’ ujarnya.

Dia menambahkan workshop sinergi dengan kebijakan Cabdindik, yaitu percepatan IKM dan penyusunan RKAS berbasis kebutuan sekolah. ’’Semoga workshop ini akan membawa perubahan SMK Negeri 1 Sooko Mojokerto menjadi SMK yang unggul di Mojokerto,’’ pungkas Trisilo.

Photo
Photo
MERDEKA BELAJAR: Pendidik SMKN 1 Sooko menyimak materi yang diberikan narasumber pada workshop yang digelar selama dua hari.

Narasumber dari BBPPMPV BOE Malang Dr.Hendri Murti Susanto, SKom, MT mengatakan, sekolah juga wajib memiliki general check up dalam bentuk rapor pendidik. Rapor pendidikan ini diambil dari berbagai input-an data, mulai dari hasil Asesmen Nasional, Dapodik, dan e-Rapor. Tujuannya agar menunjukkan kondisi dan bahan evaluasi penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun berikutnya. ’’Sehingga, RKAS yang disusun tepat sasaran dan keperuntukannya sesuai hasil rapor pendidikan,’’ jelas dia.

Hari kedua workshop dilanjutkan pengisian materi oleh narasumber dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek Mochamad Widiyanto, S.Pd., M.T. Pihaknya menyampaikan materi terkait Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Kejuruan. Dia menyatakan, kurikulum harus selalu berubah sesuai dengan kondisi zaman, tidak harus menunggu berganti menteri. ’’Kurikulum merdeka adalah sebuah jawaban atas kondisi pendidikan Indonesia saat ini. Peserta didik harus belajar sesuai dengan kemampuan (tingkatan) pencapaian kompetensinya,’’ bebernya.

Widiyanto menambahkan, peserta didik tidak serta merta harus mencapai semua indikator yang telah ditentukan. Mereka bisa mengolah nalar sesuai bakat dan minatnya. Sedang bagi pendidik, diberi kebebasan menyusun tujuan pembelajaran dan alur pembelajaran di kelas. Pendidik diperkenankan meniru atau memodifikasi modul ajar yang disusun. ’’Guru dapat menggunakan berbagai sumber belajar dan metode pembelajaran di kelas. Sehingga makna kurikulum merdeka baik bagi peserta didik dan pendidik bisa terserap dengan baik,’’ tandasnya. (oce/fen/adv)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #smk negeri 1 mojokerto #Mojopahit #SMK Pusat Keunggulan #kerajaan majapahit #smk #Kota Mojokerto #mojokerto #smkn 1 mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde