Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ekskul Unik di Sekolah Mojokerto, Woodball dan Gateball Latih Fokus Siswa

Fendy Hermansyah • Minggu, 8 Januari 2023 | 13:12 WIB
UNIK: Sejumlah siswa SMAN 1 Bangsal yang tergabung dalam ekskul gateball tengah fokus berlatih di lapangan. (Martda Vadetya/Jawa Pos Radar Mojokerto)
UNIK: Sejumlah siswa SMAN 1 Bangsal yang tergabung dalam ekskul gateball tengah fokus berlatih di lapangan. (Martda Vadetya/Jawa Pos Radar Mojokerto)
BAGI sebagian warga Mojokerto, cabang olahraga (cabor) woodball dan gateball masih asing terdengar. Itu karena kedua cabor ini terbilang baru di Mojokerto Raya. Meski begitu, sejumlah sekolah sudah menetapkan woodball dan gateball sebagai ekstrakurikuler (ekskul). Lantaran kedua cabang olaharaga hasil modifikasi golf ini dinilai mampu meningkatkan keterampilan dan fokus siswa.

Seperti SMAN 1 Bangsal. Sejak Agustus 2022, cabor gateball ditetapkan sebagai salah satu ekskul sekolah di Desa Peterongan, Kecamatan Bangsal tersebut. Meski terbilang baru, sejauh ini cabor gateball mendapat respon apik.
Salah satu indikasinya, lebih dari 20 siswa-siswi tergabung dalam tim gateball SMAN 1 Bangsal. ’’Gateball masih baru di Jatim dan jadi salah satu cabor yang dilombakan di Porprov VIII Jatim 2023 beberapa bulan mendatang. Jadi ini momentum yang pas bagi siswa maupun umum untuk mempelajari gateball,’’ ungkap Kepala SMAN 1 Bangsal Sugiono.

Menurutnya, gateball yang merupakan perpaduan olahraga golf, biliar, dan catur itu punya daya tarik tersendiri. Lantaran tidak sebatas mengandalkan otot untuk memukul bola. ’’Karena gateball ini juga mengasah kemampuan siswa atau pemain utnuk tetap fokus, tenang, sabar, dan bekerja sama (dengan tim) untuk menerapkan strategi agar memenangkan pertandingan,’’ sebutnya.

Sejalan dengan manfaat tersebut, ekskul gateball sekaligus sebagai wadah siswa yang berminat dan berbakat dalam gateball untuk mengasah dan memaksimalkan potensinya. ’’Kami biasa latihan rutin seminggu tiga kali. Dan sejauh ini ada tiga siswa kami yang ikut training center (TC) (membela Kabupaten Mojokerto) untuk Porprov nanti,’’ ucap Dian Norma Andika, guru PJOK sekaligus pelatih ekskul gateball SMAN 1 Bangsal.

Secara umum, terdapat nomor single, double, maupun beregu dalam cabor gateball. Olahraga satu ini digelar di atas dalam lapangan rumput dengan luas 20x15 meter dengan permukaan datar. Ada 10 bola resin dengan warna merah dan putih yang dipukul pemain menyasar tiga gawang berukuran 22 x 19 cm.

’’Olahraga ini terbilang baru. Pemain harus merancang strategi karena harus ada bola yang dikeluarkan dan ada yang dimasukkan ke gawang secara berurutan. Dan setelah itu disasarkan ke gole pole (tiang ukuran 20 x 2 cm) untuk memperoleh poin dalam permainan dengan durasi 30 menit,’’ tandasnya.

Sementara itu, SMAN 1 Kota Mojokerto memilih cabor woodball jadi salah satu ekskul bagi para siswa-siswi. Olahraga modifikasi golf dan cricket itu jadi salah satu ekskul favorit dan diminati meski baru dibentuk 2021 lalu. Bukan hanya karena membuat tubuh sehat, para pemain dilatih meningkatkan konsentrasi dan ketenangan dalam mengendalikan diri saat bertanding woodball.

’’Woodball ini bisa dibilang melatih konsentrasi para pemainnya. Sehingga, ekskul ini bisa sebagai wadah bagi para siswa untuk mengembangkan prestasi non akademik dan memunculkan bibit-bibit atlet woodball baru dari SMAN 1 Kota Mojokerto,’’ ungkap Kepala SMAN 1 Kota Mojokerto Imam Wahyudi.

Sebab, salah satu atlet woodball SMAN 1 Kota Mojokerto menyabet medali emas dalam gelaran Porprov VII 2022 lalu. Praktis, hal itu semakin menambah minat cabor baru tersebut hingga ada sekitar 20 siswa yang tergabung dalam ekskul woodball.

Secara umum, pemain olahraga woodball mesti memukul bola dari kayu di sejumlah lintasan untuk mencapai gawang ukuran mini. Prinsipnya pun tak jauh dari golf, yakni pemenangnya adalah mereka yang mampu memasukkan bola dengan jumlah pukulan tersedikit.

’’Ada empat lintasan yang mesti dilalui, dan tidak ada batasan waktu. Dalam woodball beberapa nomor yang dipertandingkan, baik single maupun beregu. Mereka yang mampu memasukkan bola dengan pukulan paling sedikit, dia yang menang,’’ terang Siyono, guru PJOK sekaligus pelatih ekskul woodball SMAN 1 Kota Mojokerto. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #ekskul unik #Mojopahit #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mojokerto #gateball #soekarno #trowulan #onde-onde #woodball #Sekolah mojokerto