Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Lato-Lato Jadi Permainan Tradisional Sekolah Kota Mojokerto

Fendy Hermansyah • Sabtu, 7 Januari 2023 | 14:10 WIB
DOLANAN: Kepala Dikbud Kota Mojokerto Amin Wachid saat meninjau siswa sekolah kompleks SDN Meri 1 dan SDN Meri 2 saat memainkan lato-lato pada jam istirahat, Januari lalu. (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)
DOLANAN: Kepala Dikbud Kota Mojokerto Amin Wachid saat meninjau siswa sekolah kompleks SDN Meri 1 dan SDN Meri 2 saat memainkan lato-lato pada jam istirahat, Januari lalu. (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Demam permainan lato-lato dimanfaatkan menjadi sarana pembelajaran kreatif di Kota Mojokerto. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto memasukkannya sebagai salah satu dolanan tradisional yang boleh dimainkan di sekolah.

Seperti yang tampak di SDN Meri 1 dan SDN Meri 2, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jumat (6/1). Hampir seluruh siswa membawa lato-lato dan meainkannya secara serentak di halaman sekolah. ’’Diperbolehkan memang, karena lato-lato ini sebagai sarana interaksi bagi anak-anak untuk bermain lebih gembira,’’ terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Amin Wachid usai meninjau SDN Meri 2 dan SDN Meri 2, kemarin.

Photo
Photo
KREATIF: Siswa SDN Meri 1 dan Meri 2 memainkan lato-lato yang menjadi salah satu permainan tradisonal dalam program Elingpiade di sekolah.


Namun, sebut Amin, peserta didik hanya diizinkan untuk memainkan lato-lato di luar jam pembelajaran. Itu pun dibarengi dengan pendampingan dan pengawasan oleh tenaga pendidik. ’’Penggunaannya pada jam istirahat. Ada pembelajaran dari gurunya cara bermain yang aman,’’ ulasnya.

Permainan berupa dua bola plastik yang dibandul dengan benang ini juga dimasukkan menjadi salah satu permainan tradisional di sekolah. Menurutnya, hal itu selaras dengan program Elingpiade atau akronim dari eling permainane dewe yang telah digulirkan sejak Maret 2022 lalu.

Sebagai bentuk melestarikan permainan tradisional, mulai dari lembaga jenjang PAUD, SD, dan SMP negeri/swasta setiap jam istirahat menggelar berbagai dolanan. Mulai dari gobak sodor, sondah, lompat tali, egrang, congklak, ular tangga, hingga halma. ’’Sekarang, lato-lato ini juga menjadi bagian dari permainan tradisional yang bisa digunakan untuk jam istirahat anak-anak,’’ imbuh Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kota Mojokerto ini.

Photo
Photo
KREATIF: Siswa SDN Meri 1 dan Meri 2 memainkan lato-lato yang menjadi salah satu permainan tradisonal dalam program Elingpiade di sekolah.


Di samping mampu menjadi sarana pembelajaran kreatif, permainan tradisonal juga diharapkan bisa mengalihkan anak pada ketergantungan gadget. Terbukti, di tengah demam lato-lato belakangan ini, anak-anak usia sekolah lebih banyak memainkan permainan yang juga dikenal ethek-ethek saat waktu luang. ’’Sekarang sering main ini (lato-lato, Red) kalau di rumah,’’ ucap Raditra Arisaputra, peserta didik SDN Meri 2.

Siswa yang duduk di bangku kelas I ini juga mengaku sudah jarang memainkan gadget. Karena sepulang sekolah, Raditya lebih sering berinteraksi dengan teman-temannya yang sedang gemar bermain lato-lato. ’’Paling sebentar saja (bermain gadget), habis itu main lato-lato lagi,’’ imbuh bocah 8 tahun ini. (ram/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #kota onde-onde #permainan tradisional #lato-lato #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #sekolah kota mojokerto