Sejak Rabu (14/12) siang, ulah enam remaja itu viral di Instagram (IG) @_teamkacaumjk. Unggahan di akun bernama Mojokerto Kacau tersebut menampilkan keenam remaja berfoto sambil memegang sabit, golok, dan batang antena. Keberadaan mereka dinilai telah meresahkan masyarakat. Terlebih saat ini sedang hangat aksi kekerasan bandit di berbagai daerah.
Munculnya kelompok yang identik dengan gangster ini sontak memantik perhatian kepolisian. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria bahkan langsung menerjunkan tim untuk menelusuri keberadaan mereka. ’’Siap, sedang ditindaklanjuti satsabhara dan satreskrim,’’ ujarnya.
Tak butuh waktu lama, kemarin sore, identitas gangster itu telah terlacak. Keenamnya meliputi ME, AK, DZ, YP, GN, dan FR. Mereka rata-rata berusia 12-15 tahun. Seluruhnya merupakan pelajar di sejumlah SMP di Kota Mojokerto asal Kelurahan Mentikan dan Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon.
Penelusuran petugas satsabhara menunjukkan, keenamnya tidak pernah memicu atau terlibat keributan sebagai kelompok gangster. Mereka sebatas iseng berlagak jadi berandalan. Konten di medsos yang menunjukkan seolah-olah sebagai kelompok gangster hanya karena sedang ramai jadi perbincangan.
Polisi telah berkoodinasi dengan pihak sekolah terkait tindakan peserta didik yang meresahkan masyarakat tersebut. Tadi malam, para gangster abal-abal itu berbondong-bondong datang ke mapolresta bersama para guru dan orang tua masing-masing untuk klarifikasi. Mereka memohon maaf telah memicu keresahan dan meminta perlindungan hukum. ’’Sudah kami tindaklanjuti saat ini,’’ kata Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rizki Santoso tadi malam. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah