Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Relawan Mojokerto Berlatih Water Rescue

Fendy Hermansyah • Rabu, 12 Oktober 2022 | 11:00 WIB
DILATIH: Relawan mengikuti pelatihan penyelematan laka air di Waduk Kalimati Longstorage, Kecamatan Mojoanyar, Sabtu (8/10). (dok BPBD for JPRM)
DILATIH: Relawan mengikuti pelatihan penyelematan laka air di Waduk Kalimati Longstorage, Kecamatan Mojoanyar, Sabtu (8/10). (dok BPBD for JPRM)
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus kecelakaan air di Mojokerto cukup tinggi. Puluhan potensi relawan pun dilatih teknik penyelamatan korban tenggelam di Waduk Kalimati Longstorage, Kecamatan Mojoanyar.

Pelatihan yang diikuti oleh potensi relawan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Mojokerto itu berlangsung Sabtu (8/10). Mereka diajari teknik dan cara menyelamatkan korban tenggelam langsung oleh Basarnas Surabaya. ’’Latihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penyelamatan laka air,’’ kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat, kemarin.

Kegiatan ini melibatkan puluhan relawan. Menggunakan peralatan penyelamatan seperti perahu karet, mopel, kajet, hingga helm savety, relawan diterjunkan ke waduk. Mereka melakukan simulasi manuver serta penyisiran. ’’Tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara menyelamatkan orang tenggelam,’’ jelasnya.

Pelatihan ini tak lepas dari kasus kecelakaan air yang kerap terjadi di Mojokerto. Khususnya yang menimpa anak-anak. Data Jawa Pos Radar Mojokerto menunjukkan, selama sembilan bulan terakhir, terjadi lima kejadian dan mengakibatkan korban tewas. Pada 9 September, Aris Dwi Firmansyah, 16, pelajar SMK kelas IX asal Dusun Sukomulyo, Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi tewas tenggelam di sendang Kembang Suko, Dusun Sukorejo, Desa Mojorejo, Kecamatan Kemlagi. Korban diduga tidak bisa berenang sehingga hanyut ke dalam air saat sedang mandi bersama temannya.

Kemudian, 14 Agustus, Aril, bocah SD kelas 3 tewas tenggelam di kubangan air di Dusun Kemiri, Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi. Korban tenggelam saat mencari ikan bersama teman-temannya. Sedangkan, pada 4 Februari, Satria Adi Wicaksono, 9, ditemukan tewas setelah dua jam terseret arus Kali Anyar, Dusun Pelabuhan, Desa Canggu, Kecamatan Jetis. Bocah asal Dusun Pecuk, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis itu diduga hanyut saat bluron bersama empat kawannya.

Sebelum itu, pada 30 Januari, dua bocah tenggelam saat bermain di Sungai Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi Edy, 8, pelajar kelas II MI Darul Mutaalim ditemukan dalam kondisi tewas dan satu lainnya, Rico, 8, kritis. Keduanya hanyut saat bermain seluncuran di sungai.
Djoko menyatakan, penyelamatan korban laka air membutuhkan kemampuan khusus. Sehingga, para relawan perlu dilatih sehingga bisa terjun saat dibutuhkan. ’’Pelatihan ini sangat dibutuhkan karena risiko penyelamatan laka air membutuhkan skill,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#mojokerto #rescue #bpbd #water rescue #relawan