Salah satu di antara fenomena miris ini terpantau di wilayah utara sungai Kabupaten Mojokerto. Sudah beberapa tahun, siswa-siswi SDN Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong merasakan ketidaknyamanan ketika menempuh pendidikan. Menyusul, setidaknya empat ruang kelas di lingkungan sekolah mereka kondisinya mengalami kerusakan berat.
Kerusakaan yang menimpa sekolah negeri tersebut rata-rata terjadi pada bagian atap atau konstruksi ruang kelas. Di empat ruang kelas itu, plafon terlihat jebol dengan ragam ukuran. Jebolnya plafom ruang kelas tersebut tentu dikhawatirkan kalangan siswa, pendidik, bahkan wali murid. Sebab, bangunannya dinilai tidak layak untuk mendukung kegiatan sekolah. Sehingga berpotensi ambruk sewaktu-waktu. Ditambah lagi, usia bangunan sekolah yang sudah tua.
”Arah (harapan) saya saat menempuh pendidikan, anak-anak itu merasakan kenyamanan dulu. Sehingga, tidak sekadar saat belajar saja, tapi juga ruang kelasnya,” ungkap Kepala SDN Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong, Lilik Budiastutik, Kamis (1/9).
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, tingkat kerusakan ruang belajar siswa hampir merata. Semua terjadi pada konstruksi atap bangunan yang sudah rapuh, hingga plafon ruang kelas jebol. ”Jadi, kalau ruang kelasnya nyaman, metode belajar siswa juga bisa baik,” imbuh dia.
Pihak sekolah juga memutuskan untuk mengosongkan salah satu ruang kelas. Ruang kelas tersebut kini terlihat tak beratap lagi. Tanpa genting, konstruksi dan plafon. Sehingga, sekolah memindahkan para siswa ke tempat yang lebih aman. Termasuk, fasilitas, seperti bangku, kursi, dan peralatan pendidikan lainnya. ”Atapnya mau roboh, jadi kelasnya dipindah,” terang Adel.
Namun, keputusan memindahkan para siswa ini hanyalah sementara. Terlebih, ruang kelas yang dimanfaatkan sekarang atap atau plafonnya juga rusak dan bolong-bolong. ”Saya berharap sekolah kami ini segera diperbaiki,” tambah Yesikal, siswa lainnya.
Lilik menegaskan, sejuah ini tidak ada pilihan lain, di samping tetap menjalankan program KBM seperti biasa. Kendati dengan kondisi infrastruktur sekolah yang memprihatinkan, bahkan mengancam keselamatan siswa dan pendidik. Perempuan berhijab itu mengaku SDN Sumberwuluh sudah melaporkan sekaligus mengajukan anggaran perbaikan atau rehabilitasi ruang kelas yang rusak kepada pemerintah daerah.
Namun, lanjut dia, hingga memasuki tahun ajaran baru 2022/2023 ini, perbaikan bangunan yang diharapkan tak kunjung terealisasi. ”Untuk permohonan perbaikan sudah diajukan, katanya, tahun ajaran 2022 ini dibangun. Tapi, sampai sejauh ini kok belum ada,” papar dia. (ris) Editor : Fendy Hermansyah